Skip to main content
Kota Bengkulu
Dokter Lia Lastaria

Prihatin Kondisi Petani, Dokter Lia: Harus Ada Pengadaan Unit Handtractor Baru

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com  - Dokter cantik Lia Lastaria sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memajukan dunia pertanian di Bengkulu. Lia juga mengungkapkan pengalamannya saat turun ke beberapa desa dan melihat langsung kondisi handtractor yang dulu pernah dibagikan gratis kepada petani di era kepemimpinan pamannya, Agusrin M Najamudin saat menjadi Gubernur Bengkulu kala itu.

“Melihat di lapangan banyak handtractor yang dibagikan pak Agusrin dulu sudah banyak yang rusak, jadi idealnya memang harus ada pengadaan unit handtraktor yang baru”, ungkap dokter cantik lulusan Fakultas Kedokteran UI tersebut, Senin (28/1/2019).

“Saya sangat mendukung upaya pemerintah yang akan menghibahkan handtractor gratis untuk para petani itu. Ini langkah yang tepat menurut saya, mengingat banyaknya petani yang memiliki keterbatasan secara ekonomi untuk dapat memiliki alat pertanian modern seperti handtractor dan lain-lain”, sambungnya.

Kader muda partai Gerindra yang saat ini sedang berjuang menjadi Caleg DPR RI nomor urut 3 tersebut juga berharap agar ke depannya, pemerintah juga dapat lebih memperhatikan kebutuhan-kebutuhan petani untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya.

“Saya berharap, pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan lagi kebutuhan-kebutuhan petani untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produksinya, mulai dari persoalan alat pertanian, bibit, pupuk, dan termasuk juga pengetahuan petaninya. Provinsi kita kaya akan cara pandang budaya agraris, maka itu harus kita optimalkan untuk menjadikan daerah kita sebagai daerah yang mapan pertaniannya. Kalau bisa, pertanian inilah yang nantinya menjadi faktor utama penggerak kemajuan provinsi Bengkulu”, paparnya.

Untuk diketahui, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu akan menghibahkan 60 unit handtractor ke petani yang ada di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.

Penyerahan bantuan alat pertanian ini berbeda dari tahun sebelumnya yang masih bersifat sebagai aset pemerintah, untuk tahun 2019 ini bantuan yang disalurkan sifatnya hibah dari Dinas TPHP ke kelompok tani, walaupun sumber dananya masih sama, dari APBN.

Meski bersifat hibah, pihak Dinas TPHP juga tidak serta merta langsung memberikan bantuan seperti tahun sebelumnya, namun akan diteliti terlebih dahulu apakah kelompok tani tersebut berhak menerima bantuan, kemudian memfungsikan sesuai dengan fungsinya atau tidak.

“Kita tahun ini cukup besar dianggarkan oleh bapak gubernur (Rohidin Mersyah) hampir Rp 17 miliar, tapi berdasarkan hasil verifikasi di lapangan dari dana yang sebesar itu bisa tercover kurang lebih Rp 4 miliar dan menurut hasil verifikasi kita di lapangan banyak yang tidak memenuhi persyaratan, dari tahun sebelumnya juga ada dana dari APBN dan di tahun ini juga, tapi sebenarnya sudah tidak banyak lagi dibutuhkan bantuan alat mesin handtraktor, untuk itu diajukan usul akan dilakukan verifikasi kelayakannya, jangan sampai nanti ada yqng minta bantuan handtraktor tapi sawahnya tidak ada”, paparnya.

Jika nantinya ada kelompok tani yang diberi bantuan alat pertanian ini kedapatan tidak memfungsikan sesuai dengan fungsinya, maka Dinas TPHP melakukan optimalisasi alat mesin pertanian, melakukan evaluasi dan akan memindahkan bantuan alat tersebut ke kelompok tani yang lainnya, bisa di satu Kecamatan, kabupaten/kota bahkan provinsi.

Seorang petani sawah di Bengkulu Selatan, Heri (48) mengaku senang dengan rencana pemerintah yang akan membagikan hibah handtractor gratis. Heri pun teringat bagaimana dulu ia dan beberapa petani sawah lainnya sangat terbantu dengan handtractor gratis dari Gubernur Agusrin.

“Senang sekali mendengar kabar ini. Saya ingat dulu sewaktu pak Agusrin membagikan handtractor gratis kepada kami, sangat membantu sekali. Kami ini kerbau tidak punya, jadi dengan adanya handtractor itu, tentu sangat membantu”, kata Heri.

Hal senada juga diungkapkan oleh petani lainnya, Ipin (56). Ia mengapresiasi langkah pemerintah menghibahkan secara gratis handtractor untuk petani tersebut. “Saya terima kasih sekali sama pemerintah jika itu (handtractor) memang dapat dibagikan gratis. Sama seperti yang dilakukan pak Gubernur Agusrin dulu, warga senang bisa diberikan alat pertanian gratis. Sangat membantu”, demikiannya. [**]

Facebook comments

Berita Terkait