Polres BS Temukan Mobil APV Berisi 20 Jerigen Tuak di Kebun Sawit

Polres BS Temukan Mobil APV Berisi 20 Jerigen Tuak ditengah Kebun Sawit
Polres BS Temukan Mobil APV Berisi 20 Jerigen Tuak ditengah Kebun Sawit

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan mendapatkan laporan dari masyarakat Kecamatan Pino Masat  masalah tuak yang meresahkan. Setelah itu Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan langung bergerak dan berhasil mengamankan 20 jerigen tuak bersama barang bukti satu buah mobil APV warna putih yang diduga milik SA (35) warga Ulak Lebar Kecamatan Pino yang terjebak di lumpur usai di lakukan pengejaran.

 

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo, S.I.K, MH melalui Kasat Reskrim AKP Enggarsah Alimbaldi, SH, S.I.K didampingi Kanit Pidum Ipda Priyanto, SH menjelaskan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat Pino bahwa peredaran tuak sudah sangat meresahkan warga sekitar. Atas laporan tersebut Sambung Kasat Reskrim, anggota reskrim langsung bergerak dan menyelidiki siapa saja pemasok tuak ke kecamatan Pino.

"Alhasil pada Rabu malam (24/4/19) pukul 11.00 WIB anggota reskrim berhasil menemukan mobil yang menganngkut tuak ke wilayah Pino di Kecamatan Pino Raya. Sempat terjadi kejar-kejaran antara anggota reskrim dan pemilik tuak di jalan lintas Pino Raya. Akan tetapi anggota reskrim kehilangan jejak saat pengejaran lantaran mobil yang dikejar masuk kebun sawit," jelasnya.

Polisi tidak ingin menyerah dan pada Kamis (25/4) warga melaporkan bahwa ada satu buah mobil yang terjebak di kebun sawit yang berlumpur. Kasat Reskrim dan anggotapun lansung mendatangi TKP, benar saja mobil APV tersebut adalah mobil yang membawa 20 jerigen tuak yang dikejar sebelumnya. Dari penemuna itu reskrim hanya mengamankan mobil dan 20 jerigen tuak. Sementara sang pemilik yang diduga SA warga Ulak Lebar sudah kabur meninggalkan tuak dan mobilnya.

“Ya sebelumnya tim kami sempat mengejar terduga pemilik tuak namun sempat kehilangan jejak. Tapi kita berhasil mengamankan Barang buktinya di kebun sawit milik warga di desa belakang Kompi Ulak Lebar, Pino,” terang Kasat Reskrim .

Selama ini dari pengakuan warga banyak anak sekolah yang bolos sekolah, menjual beras orang tuanya lantaran ingin membeli tuak untuk mabuk.

“Memang benar banyak sekali anak sekolah yang bolos sekolah dan mabuk ini pengaruh tuak,” pungkasnya.

Sambung Kasat Reskrim,sekarang barang bukti 20 jerigen tuak dan satu unit mobil AVP sudah kami amankan di Mapolres Bengkulu Selatan. [Fong]

 

NID Old
9788
www.domainesia.com