Perkuat Terwujudnya ‘Diplomasi Tangan di Atas’, Kemensetneg Gelar Peluncuran Laporan Tahunan KSS

- Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menggelar Peluncuran Laporan Tahunan Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia 2018 dan Diskusi Publik Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional

Bengkulutoday.com - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menggelar Peluncuran Laporan Tahunan Kerja Sama Selatan-Selatan Indonesia 2018 dan Diskusi Publik Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional di Hotel Sheraton Bandung, pada Rabu (27/11/2019).

Acara ini dibuka dengan sambutan Syarif Alatas selaku Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri sekaligus Ketua Tim Koordinasi Nasional Kerja Sama Selatan-Selatan KSS Indonesia (Tim Kornas KSS).

“Indonesia meyakini bahwa pelaksanaan Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) akan memberikan solusi dan alternatif kebijakan dalam kontribusi upaya pencapaian target Agenda Sustainable Development Goals (SDGs)” ujar Syarif.

Syarif pun menerangkan bahwa program KSS adalah upaya kontribusi nyata Pemerintah Indonesia untuk membantu negara-negara berkembang lainnya dalam untuk mencapai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai negara berpenghasilan menengah (middle income country), Indonesia berkewajiban untuk membantu negara-negara berkembang lainnya untuk membangun dengan cara dengan berbagi pengalaman, keahlian teknis, dan praktek terbaik kepada negara-negara berkembang lainnya (sharing experience and technical expertise). Dengan melaksanakan KSS, Indonesia merupakan jembatan bagi Indonesia sekaligus mewujudkan Goal 17 SDGs: Partnership for the Goals.

Selanjutnya, penyampaian pidato oleh Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kemensetneg, Nanik Purwanti yang menjelaskan bahwa Laporan Tahunan merupakan sarana untuk mencatat dan mendokumentasikan capaian pelaksanaan program KSS Indonesia dari tahun ke tahun.

“Laporan Tahunan KSS diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintahan, Akademisi, NGO, sektor privat, maupun mitra pembangunan dalam memetakan potensi kerja sama di masa mendatang” jelas Nanik.

Nanik pun menambahkan bahwa di tahun 2018, Indonesia telah memberikan pelatihan capacity building bagi 1,313 orang peserta dari 72 negara melalui 59 program. Di samping itu, Indonesia juga telah diberikan memberikan beasiswa kepada bagi 963 orang dari seluruh dunia baik pendidikan degree, maupun non-degree.

Kegiatan tersebut juga merupakan perwujudan dari istilah "diplomasi tangan di atas" yang pernah dikemukakan oleh Wakil Presiden periode 2014 s.d 2019, Jusuf Kalla

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi publik mengenai Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) yang dijelaskan oleh Kristiyanto selaku Kepala Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan Interregional dari Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan. Indonesia telah meluncurkan LDKPI yang diresmikan oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 18 Oktober 2019, sebuah lembaga pengelola dana pelaksanaan Program KSS Indonesia.

Kristiyanto menerangkan bahwa LDKPI akan menjadi institusi yang mengelola pengelola dana abadi KSS Indonesia. Dana tersebut adalah yang diproyeksikan untuk mencapai Rp 10 trilun secara melalui investasi bertahap hingga tahun 2024. Hasil investasi dana abadi tersebut inilah yang kemudian akan dijadikan bagi pembiayaan program-program KSS Indonesia.

“Upaya ini merupakan inovasi baru yang dilakukan Tim Kornas agar tidak membebani APBN. Lembaga berbentuk LDKPI merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan tersebut yang diharapkan menjadi embrio kelahiran Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Indonesia yang independen pada tahun 2028,” tandas Kristiyanto.

sumber: setneg.go.id

www.domainesia.com