Pengusaha di Bengkulu Utara Sumbang Bangun Masjid Rp 1,3 Miliar

Lokasi masjid yang akan dibangun dengan dana donatur senilai Rp 1,3 miliar

Bengkulu Utara, Bengkulutoday.com - Meski ditengah pandemi Covid-19, sejumlah pengusaha sektor perikanan di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, membangun sarana ibadah bagi umat Islam di kawasan Minapolitan senilai Rp 1,3 miliar.

Pembangunan masjid diatas lahan 22 x 35 meter yang digeber sejak bulan April 2021 lalu terus menampakkan progres positif. Tak hanya pengusaha Sektor Perikanan, sejumlah donatur dari luar Provinsi Bengkulu dan warga ikut andil dalam pembangunan Masjid ini.

"Tanah wakaf telah Masjid telah diukur oleh BPN, kami masih menunggu kelanjutannya. Tanah wakaf dari orang berbeda, baik dua keluarga pewakaf dan pengusaha tak ingin disebutkan namanya. Anggaran Rp 1,3 miliar dan donatur menyanggupi itu," kata Ketua Badan Kemakmuran Masjid Nurul Iman, Ismail Yugo, Selasa (3/8/2021).

Selain sebagai sarana beribadah warga, Masjid yang terletak di Dusun Suka Damai, Desa Kuro Tidur, Kecamatan Kota Arga Makmur, diharapkan menjadi lokasi tempat singgah masyarakat yang tengah melakukan perjalanan di  jalur Lintas Bengkulu-Lebong.

Dalam perencanaannya, Masjid Nurul Iman akan dilengkapi  ketersediaan buku baik kitab Tafsir, Hadist dan buku penunjang lain sebagai rujukan umat Islam dalam menjalankan perintah Tuhan. Pengurus menegaskan, jika masjid nantinya menjadi sarana ibadah milik umat Islam bukan golongan atau organisasi kelompok tertentu.

"Kami akan melengkapi Masjid dengan berbagai fasilitas seperti ketersediaan buku-buku kajian Islam. Kami rasa ini akan memberikan edukasi yang baik untuk masyarakat. Lima kubahnya didatangkan langsung oleh donatur dari Pati Jawa Tengah," jelas Ismail.

Diketahui, kawasan Minapolitan di Bengkulu Utara didapuk sebagai wilayah penghasil ikan air tawar terbesar di Bumi Rafflesia. Setiap harinya, kawasan ini mampu menghasilkan ikan sebanyak 20 ton. Selain mencukupi kebutuhan ikan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu, ikan yang dihasilkan dikirim ke Provinsi tetangga meliputi, Sumatera Barat, Jambi, Pekan baru dan Sumatera Selatan.