Skip to main content
ADV
BANNER
Daerah
Korban pembunuhan yang ditemukan tanpa kepala dievakuasi oleh Polisi

Pemuda Itu Membunuh Untuk Balas Dendam

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Motif dendam menjadi alasan membunuh Hermansyah (50), warga Desa Daspetah I Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Siang itu, Selasa (23/1/2018) warga Kepahiang dan Bengkulu dihebohkan oleh foto-foto yang beredar massif di media sosial. Sebuah mayat tanpa kepala. Dari foto itu, nampak korban dibunuh dengan sadis. 

Kontan saja, media online menjadi sasaran pembaca yang ingin tahu bagaimana perkembangan dari penemuan mayat itu. Maklum, bagaimanapun media sosial belum bisa dijadikan sumber referensi terpercaya untuk sebuah informasi hukum. Bisa saja hoax. 

Beberapa media kemudian melakukan liputan dan wawancara dengan sumber-sumber terkait. Hari itu juga pemuda bernama Dodi Heriansyah (32) dibekuk polisi di pondoknya, hanya butuh waktu 4 jam mengetahui dan meringkus terduga pelaku. Dari keterangan pelaku, kemudian diperoleh pengakuan bahwa kepala korban yang dipisahkan dari badannya dibuah ke sungai, tak jauh dari pondok pelaku. 

Polisi kemudian mencari kepala korban sesuai dengan keterangan terduga pelaku, dan kepala korban berhasil ditemukan. Korban yang dibawa ke RSUD Kepahiang kemudian divisum, tenaga medis lalu menyatukan kembali badan dan kepala korban.

Keesokan harinya, Rabu (24/1/2018), Polisi memberikan keterangan jika pembunuhan sadis itu bermotif dendam dan terencana. Terduga pelaku bahkan mengakui memiliki kepuasan tersendiri dengan memenggal kepala korban yang dibunuhnya. Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak menerangkan bahwa terduga pelaku dendam karena korban pernah mengguna-gunainya hingga memiliki gangguan jiwa. 

Namun demikian, dugaan terduga pelaku memiliki gangguan jiwa belum dapat dipastikan oleh penyidik Polres Kepahiang. Menurut Polisi, terduga pelaku harus menjalani tes kejiwaan terlebih dahulu di RSKJ Bengkulu. 

Korban yang tewas meninggalkan 2 orang istri, 4 orang anak dan 4 orang menantu serta 4 orang cucu. Kepada terduga pelaku, Polisi menjerat dengan pasal yakni 338 KUHP jo Pasal 340 KUHP.

Pasal 338 KUHP berbunyi : “Barang siapa dengan sengaja menhilangkan nyawa orang lain, karena bersalah telah melakukan “pembunuhan” dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima belas tahun,”. 

Pasal 340 KUHP berbunyi : "Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun,". (**)

Facebook comments

Berita Terkait

Hot News

Adsense Banner