Parah! Info Pasien Positif Covid-19 Disebut "Prank"!

Kombes Pol Sudarno

Bengkulutoday.com - Pada Selasa (31/3/2020), Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, didampingi Kapolda Bengkulu, Danrem 041 Gamas Bengkulu, juga Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu dan pihak terkait menggelar konferensi pers di Media Center Pemprov Bengkulu. Dalam konferensi pers tersebut, Gubernur menyampaikan salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi berinisial Ns (51) dinyatakan positif Covid-19. Pasien tersebut juga merupakan jamaah tabligh asal Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Gubernur menyebut, pasien tiba di Bengkulu pada 5 Maret 2020 lalu, sempat berinteraksi di Masjid At Taqwa. Sebelum dirawat di RSUD M Yunus Bengkulu, pasien sempat dicek di IGD RSHD Kota Bengkulu. 

"Hasil pemeriksaan lab, yang dikirim tanggal 26 Maret, hasilnya kita dapatkan tadi malam, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19," kata Gubernur Rohidin.

"Innalillahi Wa Inna ilaihi roji'un, tadi pagi yang bersangkutan meninggal dunia," ucap Gubernur Rohidin. 

Selanjutnya, sinergi satuan gugus tugas covid-19 Provinsi Bengkulu bergegas melakukan monitoring ke lokasi pasien biasa berinteraksi dan tinggal. Masjid At Taqwa dibatasi garis polisi sementara dan dilakukan sterilisasi. Kemudian jamaah yang ada di dalam, diimbau untuk tidak berpindah sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Gubernur Rohidin juga menginstruksikan Wali Kota Bengkulu untuk bisa melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bengkulu. Karena sudah ada pasien positif, maka penanganan juga harus dilakukan. Termasuk tracking perjalanan pasien serta interaksinya.

"Jamaah Tabligh, ataupun komunitas semacamnya yang dari luar Provinsi Bengkulu, kita sarankan kembali dulu ke daerah masing-masing. Untuk kebaikan bersama, karena mengingat saat ini Bengkulu zona merah dan dalam darurat penanganan covid-19. Sekali lagi, bukan untuk penolakan kegiatan keagamaan maupun organisasi, kita paham saat ini bersama-sama ihtiar memutus mata rantai penyebaran, dan tetap melindungi satu sama lain," demikian kata Rohidin.

Atas informasi yang disampaikan Gubernur Bengkulu, sebagian pihak menilai ada unsur kegaduhan. Hal itu didasarkan pada penyampaikan Gubernur yang menyebut pasien saat ke Bengkulu dari Provinsi Lampung menggunakan armada Bus Putra Rafflesia. Pernyataan itu dibantah oleh Humas Po Putra Rafflesia yang menyebut pasien meninggal dunia positif Covid-19 tidak pernah naik Po Putra Rafflesia sebagaimana disebut oleh Gubernur. Bahkan muncul isu pemakzulan terhadap gubernur.

Disebut "Prank"

Salah satu pengguna media sosial Facebook menyebut pengumuman pasien positif Covid-19 dinilai 'prank' atau candaan. "Alhasil, selamat Bengkulu di prank hari ini", tulis akun media sosial tersebut. Postingan akun media sosial tersebut didasarkan pada pemberitaan sebuah media online. 

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki pihak-pihak yang dinilai membuat dan menyebarkan kabar bohong atau hoaks yang berakibat meresahkan masyarakat. 

"Kita selalu pantau perkembangan informasi di media sosial, jadi jangan sembarangan membuat dan memposting status yang belum teruji kebenarannya. Jika itu meresahkan dan tidak benar, maka akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," kata Kombes Pol Sudarno.

www.domainesia.com