Skip to main content
daerah
Nelayan tradisional Seluma terlibat bentrok

Nelayan Seluma Bentrok !

Seluma, Bengkulutoday.com - Nelayan tradisional Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan kembali bentrok dengan nelayan yang menggunakan trawl di perairan pesisir Pantai Muara Sungai Air Seluma, Senin (13/11/2017).
 Bentrok antar nelayan terjadi setelah nelayan tradisional pasar Seluma bertemu nelayan pengguna trawl berlambang Bina Bersatu, di tepian dengan jarak 300 meter dari ombak pesisir pantai itu.

"Perahu kami di seret hingga beberapa meter. Kemudian perahu kami digenangi air, hampir saja kami mati,"kata ketua Forum Nelayan Desa Pasar Seluma, Ikhwan. Bentrok terjadi sekira Pukul 05.00 WIB. Sembilan orang nelayan yang menggunakan 9 perahu mendapati sebuah kapal yang berbobot 10 GT berada di 300 meter pesisir pantai pasar seluma. 

Menurut nelayan tradisional, hal itu menyalahi kesepakatan, kapal trawl seharusnya beroperasi minimal 3 mil dari bibir pantai atau berjarak 6 KM. Kapal nelayan dari Kota Bengkulu itu berpenumpang 4 orang. Namun,  saat kapal didekati dan dihalau tidak terlihat empat orang itu. 

Nelayan Pasar Seluma kemudian menggiring kapal itu agar menjauh dari pesisir pantai Seluma. Akibat kejadian itu, sebuah kapal nelayan mengalami kerusakan di haluan sampan akibat tertabrak kapal nelayan dari Bengkulu. 
"Kalau terus dibiarkan, bentrok akan terus terjadi,"tegas Ikhwan.

Ikwan menambahkan, bentrok antar nelayan yang kerap terjadi ini, telah di laporkan ke Dinas, Lanal dan Polda Bengkulu. Namun, hingga saat ini, belum ada solusi yang diberikan. Bahkan, dua minggu terakhir, sudah terjadi keributan antar nelayan. 

Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut Desa Pasar Seluma, Peltu Laut Tonny S mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi dengan nelayan Kota Bengkulu dan Nelayan Tradisional Desa Pasar Seluma. Untuk kemudian meredam agar tidak terjadi lagi bentrok antar nelayan. 

"Nanti kita akan mediasi, perwakilan keduanya akan kita pertemukan. Yang jelas, kita minta mereka (Nelayan Kota Bengkulu) mengganti rugi kerusakan kapal nelayan kita," tambah dia. 

Menurut nelayan desa Pasar Seluma, bentrok dengan pengguna trawl dari Kota Bengkulu pernah terjadi tahun 2015 lalu. Beberapa barang bukti masih tersimpan di Balai Desa tersebut. (Sepriandi)

Tags
Dilihat: 60 kali

Facebook comments

Berita Terkait