Minta PSU, BSPN PDIP Bengkulu Selatan dan Caleg Partai Gelora Dapil 1 Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di 5 TPS Ke Bawaslu

Minta PSU, BSPN PDIP Bengkulu Selatan dan Caleg Partai Gelora Dapil 1 Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di 5 TPS Ke Bawaslu

Bengkulu Selatan,bengkulutoday.com - Di tengah para Calon Legislatif (Caleg) disibukkan dengan mengumpulkan data C1 hasil Pemilihan Umum (Pemilu), serta saling klaim perolehan suara,ada kabar mengejutkan datang dari Calon Legislatif (Caleg) dan saksi Partai Politik (Parpol) di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Bengkulu Selatan.

Pasalnya, secara tiba-tiba ada rombongan saksi dari PDI Perjuangan Bengkulu Selatan dan Caleg Partai Gelora Dapil 1 mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu Selatan kedatangan rombongan tersebut tidak lain untuk menyampaikan laporan terkait adanya indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara di Dapil 1 Bengkulu Selatan.

Kedua rombongan itu dipimpin langsung, Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Bengkulu Selatan Joni Efendi dan Caleg Partai Gelora Dapil 1 M. Sadikin.

Di ungkapkan Joni Efendi Kepala BSPN PDI Perjuangan Bengkulu Selatan,sesuai dokumen laporan yang disampaikan, dugaan kecurangan yang dimaksud terjadi di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Dapil 1 Bengkulu Selatan,adapun rinciannya yakni, 4 TPS berada di wilayah Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna dan 1 TPS lagi berada di Kelurahan Kayu Kunyit Kecamatan Manna.

"Benar, kita sudah menyampaikan laporan dugaan kecurangan ke Bawaslu Bengkulu Selatan," kata Joni Kamis (22/2/2024)

Sambung Joni, dalam laporan yang disampaikan yaitu alat bukti berupa fotokopi C1 salinan juga sudah diserahkan ke Bawaslu.

"Kami juga menyerahkan dokumen berupa file dalam flashdisk sebagai penguat laporan dugaan kecurangan ini," terang Joni.

Lanjut Joni menegaskan, untuk 4 TPS di Kelurahan Ketapang Besar yang terindikasi ada kecurangan yakni di TPS 03, TPS 07, TPS 08, dan TPS 09. Sedangkan di Kelurahan Kayu Kunyit ada di TPS 05,Salah satu contoh kecurangan yakni seperti di TPS 03 Ketapang Besar, ada ketidak sinkronan jumlah surat suara yang terpakai dengan pemilih yang hadir di TPS tersebut tercatat jumlah pemilih yang hadir ada sebanyak 224 orang. Sementara, surat suara terpakai cuma 180 lembar. Artinya, terjadi selisih 44 suara.

"Begitu juga di 3 TPS yang lain, ada ketidaksinkronan penjumlahan surat suara terpakai dengan jumlah pemilih yang hadir. Aneh kan," tegasnya.