Skip to main content
Hari Raya Idul Adha
HUT RI ke 73 Mukomuko
IKLAN KPU
TODAY
daerah
Dirut PT. PKA Yeyen Melaporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Bengkulu Selatan

Merasa Nama PT. PKA di Bengkulu Selatan Dicemarkan, Dirut Lapor Ke Polisi

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - Perusahaan PT. Pesona Karya Abadi Bengkulu Selatan melaporkan salah seorang masyarakat IK setempat ke Polres Bengkulu Selatan Jum'at (10/8), pasalnya diduga telah mencemarkan nama baik perusahaan tersebut. Yakni, point laporan lantaran bersangkutan telah memberikan pernyataan pada media electronik dan media online, terkait pekerjaan yang dilakukan PT. PKA.

Dalam pernyataannya, IK mengatakan jika proyek hotmix yang dikerjakan PT. PKA di Desa Muara Danau, Air Nipis tahun 2018 hancur lebur. Selain itu pelaksanaan proyek melanggar ketentuan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen lelang, lapisan ACBC mengandung banyak campuran pasir bukan abu batu. Kemudian mekanisme pengerjaan, proses pemadatan aspal dan temperature bahan saat pekerjaan juga ditenggarai menyalahi aturan dan mengakibatkan gemburnya hasil pengaspalan serta menyebut sepeda motor menjadi korban akibat gemburnya aspal.

"Saya memilih melapor ke Polres Bengkulu Selatan karena yang bersangkutan sudah kelewatan mencemarkan nama baik PT PKA, yang kami realisasikan sebagai pihak ketiga sesuai dengan RAB," jelas Yeyen Dirut PT. PKA, pasca melayangkan laporan.

Menurut Yeyen, IK dinilai telah menciderai jerih payah kinerja P. PKA yang menyatakan telah menyelesaikan tahapan pekerjaan. Padahal, saat ini pekerjaan pembangunan jalan hotmix desa Air Danau belum sepenuhnya selesai, yakni masa kerja berakhir pada 9 Oktober 2018.

"Tahapan pekerjaan jalan hotmix belum 100 persen, saat ini kami masih bekerja bahas kontrak pekerjaan sampai dengan 9 Oktober mendatang. Kalaupun ada kerusakan, tahapan perbaikan pada masa pemeliharaan nanti, bahkan bila ada kerugian negara ya kita tunggu hasil audit," jelas Yeyen.

Yeyen juga membeberkan atas kegiatan proyek yang dikerjakannya tersebut, selama ini dirinya seakan hendak diperas oleh  orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Bahkan orang yang ingin meminta darinya uang hingga Rp 100 juta.

"Untuk upaya pemerasan ini akan saya beberkan saat pemeriksaan di polisi nanti, orangnya masih saya rahasiakan," ujar Yeyen.

Sementara itu Kapolres Bengkuku Selatan AKBP Rudy Purnomo SIK MH didampingi kasat reskrim, AKP Enggarsah Alim Baldi SH SIK membenarkan adanya laporan dari Dirut PT. PKA tersebut. Disampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjutinya dengan pemanggilan saksi-saksi, terkait laporan tersebut.

"Laporan sudah kami terima, dalam laporan yang dilaporkkan  duga melanggar UU ITE tidak menyebut adanya upaya pemerasan tersebut," ujarnya. [FONG]

Facebook comments

Berita Terkait