Maraknya Penyebaran Hoax Ditengah Pandemi Corona

Tri Aprianti

Oleh: Tri Aprianti (NPM : B1A018207, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bengkulu)

Mewabahnya penyakit yang disebabkan oleh virus  corona atau yang lebih dikenal dengan istilah Corona virus Disease-19 (COVID-19). Virus yang pertama kali ditemukan pada 31 Desember 2019 di kota Wuhan Provinsi Hubei, Tiongkok. Virus ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.  

Sejak pertama kali pemerintah mengumumkan bahwa Corona mulai masuk ke Indoneisa yang diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 maret 2020. Setelah diumumkannya kasus pertama oleh pemerintah, pasien yang positif corona semakin melonjak,  sampai tanggal Corona di Indonesia 15 Mei 2020, jumlah pasien Positif ada 16.496,  3.803 pasien Sembuh, dan 1.076 pasien Meninggal. 

Hal tersebut tentu saja membuat masyarakat Indonesia panik. Kepanikan yang terjadi dikalangan masyarakat diperparah dengan semakin banyaknya hoax atau berita bohong yang beredar melalui media sosial seperti Whattsapp, Twitter, Instagram dan lain sebagainya. Sebagian masyarakat cenderung malas untuk mencari lebih dahulu apakah berita yang diterimnya dari sosial media merupakan berita yang benar atau tidak, mereka lebih memilih langsung menerima berita-berita tersebut tanpa mau repot-repot memastikan terlebih dahulu.
Penyebaran berita hoax diperparah dengan adanya influencer-influencer tidak bertanggung jawab yang menyebarkan berita hoax, misalnya seperti beberapa waktu lalu seorang influencer bernama Dinda Shafay, melalui akun Instagram pribadinya ia membagikan video mengenai cara membuat hand sanitizer menggunakan aloevera gel dan alkohol, hal tersebut tidak sesuai dengan surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai cara dan bahan untuk pembuatan hand sanitizer yang telah dianjurkan oleh World Health Organization (WHO),  Adapun bahan-bahan yang dimaksud yaitu meliputi Etanol 96 Persen, Gliserol 98 Persen, Hidrogen Peroksida Tiga Persen, Dan Air Steril Atau Aquades. Membuat hand sanitizer dengan cara yang tidak dianjurkn tentu saja dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan, misalnya seperti iritasi kulit. 

Sebagaimana fiksi hukum, bahwa masyarakat dianggap tahu hukum, termasuk dengan aturan mengenai penyebaran berita bohong atau hoax. Penyebaran berita hoax dapat dikenai sanksi pidana. Pelanggaran berita hoaks atau bohong diatur dalam pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bunyi pasal tersebut adalah, “setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”. Pelanggar ketentuan pasal 28 UU ITE ini dapat dikenakan sanksi yang tercantum dalam Pasal 45A ayat (1) UU ITE dengan dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sebagai masyarakat Indonesia, apalagi seorang influencer yang memiliki banyak pengikut di sosial media dan dijadikan panutan oleh beberapa orang, tidak seharusnya seseorang tersebut menyebarkan berita hoax yang pastinya akan menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat. Seorang influencer harusnya bisa memilih mana konten yang benar dan mana konten yang tidak benar. Selain itu, kita sebagai pengguna media sosial haruslah bijak dalam menerima informasi-informasi yang beradar dimedia sosial. Dalam hal ini peran pemerintah juga sangat lah penting untuk mengatasi semakin maraknya berita hoax, pemerintah harus cepat dan tanggap dalam mengatasi berita hoax yang tersebar di sosial media, agar tidak semakin banyak masyarakat yang termakan oleh berita-berita hoax tersebut. 

Sumber bacaan :
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
https://nasional.kompas.com/read/2020/03/03/06314981/fakta-lengkap-kasus-pertama-virus-corona-di-indonesia?page=all
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5016204/update-corona-di-indonesia-15-mei-16496-positif-3803-sembuh-1076-meninggal
https://nasional.kontan.co.id/news/bpom-keluarkan-edaran-cara-membuat-hand-sanitizer-sesuai-standar-who
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200404202808-185-490360/ancaman-penjara-6-tahun-dan-denda-rp1-m-penyebar-hoaks-corona