Kemarau Panjang, Lahan Pertanian Desa Muara Tiga Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan Masih Tetap Basah Teraliri Air

Lokasi Pedesaan Muara Tiga Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan yang Masih Tetap Basah Teraliri Air

 

KEMARAU PANJANG, LAHAN PERTANIAN DESA MUARA TIGA KECAMATAN KEDURANG, KABUPATEN BENGKULU SELATAN MASIH TETAP BASAH TERALIRI AIR.

 

Oleh;

Alexanderman

Mahasiswa, Pascasarjana Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Email: [email protected]

Reflis

Dosen Pascasarjana Pengelolah Sumber Daya Alam

 

ABSTRAK

Informasi sumber daya air dalam suatu kawasan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan teknologi pengelolaan air yang tepat sehingga dapat menjamin keberlanjutan ketersediaan sumber daya airnya. Sarana irigasi merupakan faktor penting dalam usaha tani khususnya tanaman pangan. Kebutuhan irigasi meliputi kebutuhan air untuk pengolahan tanah, penggenangan pada sistem lahan sawah, perkolasi, serta kebutuhan air untuk tanaman. Tanaman padi merupakan tanaman yang banyak membutuhkan air,khususnya pada saat tumbuh mereka harus selalu tergenangi air. Agar produktivitas padi dapat efektif dalam satu satuan luas lahan, maka dibutuhkan suplay air yang cukup melalui irigasi. Siklus menanam padi di Desa Muara Tiga berlangsung normal tidak terganggu kekeringan, karena air di saluran irigasi, meskipun debitnya sedikit berkurang, tetap mengairi lahan persawahan milik para petani.

 

ABSTRAK

Informations can be used as a basis for determining the technology of water resources management to ensure the sustainability of water resource availability. Irrigation facilities is one of the key factors in farming, especially for food crop farming, including rice. Irrigation needs include the need for water for tillage, submergence in the paddy field system, percolation, and water requirements for plants. Rice plants are plants that need a lot of water, especially when they grow they must always be flooded. In order for rice productivity to be effective in one unit of land, sufficient water supply is needed through irrigation. In order for rice productivity to be effective in one unit of land, sufficient water supply is needed through irrigation. The cycle of planting rice in Mouth three Village was normal and not disturbed by drought, because the water in the irrigation channel, although the discharge was slightly reduced, still irrigated the farmers' paddy fields.

 

PENDAHULUAN

Kecamatan Kedurang terletak di sebelah timur laut, Kabupaten Bengkulu Selatan, luas wilayah administrasi kabupaten Bengkulu selatan mencapai lebih kurang 23,455 hektar. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Air Nipis dan Kecamatan Seginim. Sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Sumatera Selatan. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kaur dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kedurang llir. Berdasarkan topografi Kecamatan Kedurang ketinggian terbagi menjadi empat kelompok, yaitu 0 – 100 m  diatas permukaan laut luasnya mencapai 50,88 perse, 100 – 500 meter luasnya 36,18 persen, 500 – 1000 m luasnya 5,94 persen, dan di atas 1000 meter  seluas 7 persen (Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bengkulu Selatan 2019 ).

Irigasi merupakan penambahan air untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertumbuhan tanaman, dinyatakan dengan besarnya evapotranspirasi tanaman, evapotranspirasi tanaman dapat terpenuhi apabila tidak ada gangguan faktor lain : tanaman akan tumbuh optimum, kebutuhan air tanaman tidak dapat dipenuhi dari air hujan ataupun air tanah, sehingga diperlukan pemberian air tambahan atau irigasi. Pemberian air tambahan dilakukan dengan berbagai metode yaitu: pemberian air di permukaan tanah (surface irrigation), pemberian di bawah permukaan tanah (sub-surface irrigation), pemberian air di atas tanaman secara curah (sprinkler irrigation) dan pemberian air secara tetes (drip/trickIer irrigation).

Pemberian air di permukaan tanah mempunyai efisiensi yang rendah dan pemberian air secara tetes mempunyai efisiensi yang tertinggi. Akhir-akhir ini, kebutuhan air non pertanian (domestik, industry, dsb) semakin meningkat seiring dengan meningkatnya populasi dan taraf hidup. Pemanasan global dan perubahan iklim, sehingga perlu penghematan di dalam penggunaan air untuk irigasi. Efisiensi sangat dipengaruhi oleh besar kehilangan air, baik berupa evaporasi, rembesan, perkolasi, bocoran, maupun kehilangan akibat kesalahan pengelolaan.

 

PEMBAHASAN

Ketersediaan air irigasi menggambarkan potensi air permukaan yang dapat digunakan sebagai sumber irigasi. Ketersediaan air irigasi merepresentasikan debit irigasi yang tersedia per satuan luas lahan pertanian. Kebutuhan irigasi meliputi kebutuhan air untuk pengolahan tanah, penggenangan pada sistem lahan sawah, perkolasi, serta kebutuhan air untuk tanaman. Tanaman padi merupakan tanaman yang banyak membutuhkan air,khususnya pada saat tumbuh mereka harus selalu tergenangi air. Agar produktivitas padi dapat efektif dalam satu satuan luas lahan, maka dibutuhkan suplay air yang cukup melalui irigasi. Irigasi merupakan prasarana untuk meningkatkan produktifitas lahan dan meningkatkan intensitas panen pertahun. Tersedianya air irigasi yang cukup terkontrol merupakan input untuk meningkatkan produksi padi.

Desa Muara Tiga kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan belum disinggahi hujan sama sekali, ini menyebabkan tempat wilayah Kecamatan Kedurang mengalami kekeringan dan kekurangan air. Namun hal tersebut tidak terjadi di Desa Muara Tiga, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan. Menurut pantauan salah satu masyarakat Alexanderman di Desa Muara Tiga, Jumat (29/09/2019). Sawah nampak hijau terbentang, Tanah sawah nampak becek dan penuh air yang mengalir dari saluran irigasi. Salah seorang petani mengatakan, siklus menanam padi di Desa Muara Dua berlangsung normal tidak terganggu kekeringan, karena air di saluran irigasi, meskipun debitnya sedikit berkurang, tetap mengairi lahan persawahan milik para petani. Berdasarkan skenario pola tanam Padi - Padi, ketersediaan irigasi cukup melimpah sehingga dapat memenuhi seluruh kebutuhan irigasi lahan di Desa Muara Tiga.

 

KESIMPULAN

Kecamatan Kedurang terletak di sebelah timur laut, Kabupaten Bengkulu Selatan, wilayah Kecamatan Kedurang mengalami kekeringan dan kekurangan air. Namun hal tersebut tidak terjadi di Desa Muara Tiga kerena wilayah tersebut  penuh air yang mengalir dari saluran irigasi.