Skip to main content
IKLAN KPU
TODAY
Daerah
Ilustrasi

Kades di Kedurang Dilaporkan Perkosa Warganya, Bupati Ancam Pecat

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - Oknum Kepala desa Tanjung Alam Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan dilaporkan pengurus BPD desa itu kepada Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Oknum kades itu dilaporkan karena diduga melakukan pemerkosaan kepada warganya sendiri, KW (45).

Dilansir dari Lintasbengkulu.com, oknum kades melakukan perbuatan asusila itu bermula saat korban sedang membangun rumahnya. Karena kekurangan material, suami korban menyuruhnya mengambil batu bata ke Trans Sulau dengan menggunakan truk milik kades. Korban kemudian pergi bersama oknum kades ke Trans Sulau untuk mengambil batu bata.

Begitu sampai di lokasi, korban diajak tidur oleh oknum kades, namun korban menolak. Korban tidak menyangka oknum kades berani mengajak berbuat asusila, padahal diketahui kades itu masih saudaranya.

Tak menyerah begitu saja, sepulang dari lokasi, oknum kades masih saja merayu korban untuk pergi ke pantai, namun ajakan itu kembali ditolak oleh korban. Tidak berhenti sampai disitu, pada suatu hari, sang suami kembali menyuruh istrinya untuk mengambil seng ke kantor desa. Kantor desa itu adalah rumah kades yang disewakan untuk kantor desa. Di kantor itu kembali sang kades melancarkan aksinya, kali ini oknum kades berhasil memeluk korban.

Kejadian selanjutnya, pada suatu malam dimana suami korban sedang tidak berada di rumah, oknum kades nekad mendatangi kediaman korban. Berkali-kali mengetok pintu, namun korban tidak mau membukanya. Saking nekadnya, oknum kades masuk lewat pintu belakang dengan memanjat tembok. Dan terjadilah aksi persetubuhan. Karena alasan tidak mau ribut, aksi itu didiamkan oleh korban.

Aksi selanjutnya terjadi di rumah kediaman milik saudara oknum kades. Saat itu, korban sedang membeli sayur, ternyata oknum kades telah menunggunya dan menarik korban ke dalam rumah milik saudara oknum kades itu. 

Atas kejadian itu, suami korban melapor kepada pengurus BPD desa itu pada Selasa (6/3/2018). Ketua BPD Hairulsyam yang menceritakan kronologi kejadian itu mengatakan suami korban telah sakit hati karena sempat melihat istrinya dipeluk dibawah batang rambutan.

Oknum kepala desa sendiri telah mengakui perbuatannya dan akan menerima sanksi hukum adat Kedurang, yakni dikucilkan selama 3 tahun, demikian diceritakan ketua BPD Desa Tanjung Alam Hairulsyam.

Masih dilansir dari Lintasbengkulu.com, Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud yang menerima laporan dari BPD desa itu menilai perbuatan oknum kades itu sama dengan pemerkosaan. Hal itu karena korban dipaksa dan bukan atas suka sama suka. 

"Ini bukan suka sama suka, kalau dipaksa itu pemerkosaan. Senin saya perintahkan Inspektorat untuk turun. Kalau terbukti akan kita berikan sanksi pemberhentian," kata Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Sabtu (10/3/2018).

[Editor : Riki Susanto]

Facebook comments

dinkes prov

 

Berita Terkait