Jika Tak Mau Dibubarkan, Pesta Nikah Tunda Dulu

Kombes Pol Sudarno

Bengkulutoday.com - Kepolisian Daerah Bengkulu terus mengimbau agar masyarakat tidak menggelar pesta pernikahan yang melibatkan banyak orang berkumpul. Sebab, hal itu menjadi sarana penyebaran Covid-19. 

Sepekan lalu, petugas dari kepolisian telah membubarkan beberapa pesta pernikahan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang. Selain itu, polisi juga mengimbau beberapa warga yang akan melakukan pesta pernikahan agar menundanya sampai situasi kondusif.

Selain menindaklanjuti maklumat Kapolri, tindakan tersebut merupakan bagian dari melaksanakan imbauan pemerintah, yakni sosial distancing.

"Jadi kami imbau kedepan tidak ada lagi pesta atau hajatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang. Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19," tegas Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, Minggu (29/3/2020).

Untuk diketahui, sampai hari ini, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 2000 alat pelindung diri (APD) ke rumah sakit di Provinsi Bengkulu. Selain itu, upaya pencegahan Covid-19, Polda Bengkulu bersama TNI dan Pemerintah daerah telah lakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah tempat, fasilitas dan ruang-ruang publik. Penyemprotan disinfektan juga akan dilakukan secara berkala. 

Tak hanya itu, upaya memperketat pintu-pintu masuk Provinsi Bengkulu juga terus dipantau. Hal ini dilakukan agar mobilitas orang bisa terkontrol dan mencegah kemungkinan penyebaran virus corona.

"Kita pantau setiap orang di perbatasan, apalagi orang dari daerah yang kita anggap zona merah. Kalau memang ada indikasi, kita pulangkan dan kita laporkan agar penanganan bisa dilakukan. Termasuk kita sampaikan imbauan untuk orang dalam pemantauan," papar Kapolda Bengkulu.

Memastikan setiap posko perbatasan melakukan prosedur pemeriksaan, pihaknya bersama TNI dan Pemprov meninjau posko-posko di perbatasan. Sedangkan memperketat pintu masuk Bengkulu pada perbatasan, sudah diterapkan sejak pertengahan bulan.

"Iya semua (perbatasan), termasuk perbatasan Lubuklinggau - Bengkulu di Rejang Lebong kita awasi kita perketat. Kemarin kita pantau," ucap Kapolda Irjen Pol. Supratman.

Selain itu, bertemu dengan Stakeholder pemkab, untuk memastikan sosialisasi imbauan pemerintah, agar bisa dipahami, diterima kemudian dipatuhi oleh masyarakat. 

"Misinya sama dengan yang disampaikan gubernur, yakni agar masyarakat memahami imbauan sosial distancing. Termasuk acara keramaian, mohon maaf jika anggota kami ataupun anggota pak Danrem selalu mengingatkan setiap hari hingga ke desa-desa. Jadi, kami terus bekerja," imbuhnya agar masyarakat patuh dan mengendalikan kegiatan sosial saat menghadapi 'pageblug' ini.

www.domainesia.com