Skip to main content
Daerah
Warga dua desa ngadu ke DPRD Kepahiang

Jalan Tak Dibangun, Warga Dua Desa 'Ngadu' ke Dewan Kepahiang

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Kepahiang, Bengkulutoday.com - Warga dari dua desa yakni Desa Renah Kurung dan Warung Pojok Kecamatan Muara Kemumu mendatangi kantor DPRD Kabupaten Kepahiang, Senin (11/12/2017). Kedatangan mereka untuk menanyakan pembangunan jalan Tower, Kepahiang Indah. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses dua desa tersebut. Karena kondisi jalan rusak parah, akibatnya masyarakat terganggu dalam beraktifitas. Mereka kemudian mendatangi DPRD untuk menyuarakan aspirasinya.

"Mana janji pak Dayat mau membangun Jalan Tower pada tahun 2017 ini, jangan hanya ngasih janji saja. Sampai saat ini tidak ada realisasinya, kami sebagai masyarakat sangatlah kesulitan karena jalan tower ini jalan satu-satunya yang lebih dekat ke Kabupaten, kalau statusnya TWA tidak bisa dibangun mari kita tutup total jalan itu," kata Riswan, warga Renah Kurung.

Perwakilan warga akhirnya diterima langsung oleh Waka I DPRD Kepahiang Andrian Defandra,SE dan anggota dewan lainnya. Dijelaskan Andrian, pembangunan Jalan Tower merupakan kewenangan pemerintah Provinsi Bengkulu yang batal dibangun tahun 2017 lantaran belum adanya AMDAL yang diusulkan Pemkab Kepahiang.

Kemudian, syarat lain yang diperlukan untuk pembangunan jalan masuk dalam kawasan taman wisata alam (TWA) Bukit Kaba itu juga harus mangantongi izin pinjam pakai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Izin pinjam pakai untuk pembangunan jalan dikawasan TWA tepatnya jalan tower sudah diperoleh, memang pembangunannya merupakan kewenangan provinsi, namun daerah mempersiapkan amdal dan syarat pinjam pakai. Saat ini anggaran AMDAL sudah dianggarkan tahun 2018, kemungkinan pembangunannya bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2019 oleh pemprov," jelas Andrian. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Beni Irawan juga berpendapat, pembangunan jalan tower tidak bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2018, lantaran DED kontruksi bangunannya baru akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Hanya saja, perbaikan jalan bisa dilakukan secara swadaya apabila mendapat izin dari BKSDA Rejang Lebong. "Kalau Amdal selesai tahun 2018 tidak mungkin terkejar pembangunannya, karena DED baru pada tahun 2019, artinya pembangunan bisa direalisasikan pada tahun 2019. Hanya saja, bisa diperbaiki swadaya oleh masyarakat dengan catatan mendapat izin dari BKSDA," tutup Beni. (Mulyan)

Dilihat: 64 kali

Facebook comments

Adsense Banner

Berita Terkait