Skip to main content
Daerah
Irigasi jebol di Kepahiang

Irigasi Jebol, 100 Hektar Sawah di Kepahiang Gagal Panen

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Kepahiang, Bengkulutoday.com - Komisi III DPRD Kepahiang Senin (13/2/2018) meninjau irigasi jebol yang berada di Desa Kampung Bogor, irigasi Air Lembut diketahui jebol disebabkan intensitas hujan tinggi sebulan lalu. Akibatnya 100 Ha sawah di wilayah tersebut tidak bisa produksi dan gagal panen, karena irigasi tersebut mengaliri lahan persawahan pada 2 (dua) desa.

Wakil Ketua I DPRD Kepahiang Andrian Defandra, SE bersama Ketua Komisi III Agus Sandrila, SH dan Anggota Komisi III DPRD Kepahiang Abdul Haris, wakil rakyat itu mempertanyakan tanggap bencana yang tak kunjung dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait.

"Sudah 1 bulan bencana irigasi ini belum ada tanggap darurat, kita sudah koordinasi Dinas PU agar menggunakan anggaran tanggap sementara, karena dampaknya lahan persawahan warga kekeringan. Kalaupun tidak bisa, nanti dianggarkan pada APBD-P,"jelas Andrian.

Disamping itu, Kepala Desa Kampung Bogor Subandi menjelaskan jika akibat jebolnya irigasi Air Lembut tersebut 100 Ha sawah warga yang tengah memasuki musim tanam terpaksa dibatalkan alias gagal panen. Pihaknya berharap adanya pembangunan irigasi permanen, sebab jika memaksakan menggunakan aliran air tanpa irigasi akan mengkhawatirkan terjadinya longsor rumah warga.

"Petani terpaksa tidak produksi sawah dulu, yang sebelumnya sudah tanam terpaksa ditunda dan gagal panen. Karena kekeringan ini petani menanam palawija, harapan kami dibangun irigasi permanen," jelas Subandi.

[Mulyan]

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait