Skip to main content
peristiwa
Warga yang tahu langsung mengamankan pelaku supaya tidak kabur

Ini Kesaksian Warga Saat Miseran Habisi Nyawa Tetangganya dengan Batu

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Miseran (46) menghantam kepala Lasmi (75) dengan sebongkah batu hingga tewas. Pria ini juga tega melakukan penganiayaan kepada tetangganya sendiri di hadapan warga. Saat kejadian, Lasmi diketahui hendak berangkat ke mushola untuk menunaikan shalat asar. Mushola ini sebenarnya juga tak jauh dari rumahnya, Desa Josari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Namun tiba-tiba sekitar pukul 14.30 WIB, korban dikejar oleh pelaku yang sudah membawa sebongkah batu. Pelaku ternyata sengaja menunggu saat korban akan berangkat ke mushola. Karena kaget, korban sontak lari dan terjatuh. Nahas saat terjatuh itulah, pelaku langsung menghampiri korban dan memukulkan batu di tangannya ke kepala korban. 

Bahkan pelaku memukulkan batu itu ke kepala korban sebanyak dua kali. Darah segar pun mengalir deras dari kepala nenek ini. Kejadian ini disaksikan sejumlah warga yang juga dalam perjalanan ke mushola setempat.

"Warga yang tahu langsung mengamankan pelaku supaya tidak kabur," tutur salah satu warga, Rohman Saat diamankan, pelaku pun sempat meronta. Ada sebagian warga yang segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Sebagian lagi menolong korban yang tergeletak tak sadarkan diri di jalan depan rumahnya.

"Kami langsung amankan, setelah polisi datang. Langsung kami serahkan. Soalnya khawatir ada amukan massa," terangnya. Ditambahkan Rohman, dalam kesehariannya, pelaku memang kerap mengamuk dengan melempari batu ke rumah tetangganya, terutama rumah korban yang berada tepat di depan rumahnya. 

Setelah pelaku diamankan, warga pun sepakat untuk menolak kehadirannya lagi di desa mereka." Warga sebenarnya marah, namun melihat kondisi Miseran yang sakit jiwa makanya kami hati-hati saja. Setelah ada kejadian seperti ini tentu kami menolak dia datang kembali ke kampung kami," tandasnya.

Hal senada diutarakan Ketua Rt setempat, Nur Salim. Ia menyadari ketakutan warga jika sewaktu-waktu kejadian serupa terulang kembali." Warga sebenarnya takut kalau tiba-tiba ngamuk lagi terus menghantam batu ke orang kan bahaya, makanya kami menolak kalau dikembalikan kesini," tuturnya. [Vn] 

Tags

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait