Skip to main content
hukum
Pria mengaku 'Habib' menipu korban hingga puluhan juta rupiah (Foto: Bengkulukito.com)

Waspada! Pria Ngaku 'Habib' Tipu Warga Hingga Puluhan Juta, Begini Modusnya

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Seorang pria bernama Muhammad  Hafiz yang mengaku sebagai Habib diduga melakukan penipuan. Korbannya adalah Yasa Amin, warga Desa BP2 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. 

Kronologi
Dilansir dari Bengkulukito.com, awalnya, korban bertemu dengan pria yang mengaku Habib itu saat pengajian di Pesantren Jaalhaq, Kota Bengkulu. Dalam perkenalan itu, pelaku mengaku bernama Habib Muh. Tentu saja sebagai bentuk penghormatan, korban dengan senang hati dapat bertemu dan mengenal seorang Habib.

Kemudian, pada Jumat 5 Oktober 2018, 'Habib' menghubungi korban dan hendak berkunjung ke rumah korban. Dengan senang hati, korban mempersilahkan sang 'Habib' untuk datang ke rumahnya. 

Namun, kedatangan 'Habib' tersebut ternyata untuk meminta sejumlah uang, nilainya Rp 25 juta. Alasannya, uang tersebut untuk dipergunakan memasang CCTV di Pesantren Jaalhaq. 

Uang sebesar Rp 25 juta kemudian ditransfer oleh korban dan bukti transfer saat ini masih disimpan oleh korban. 

Merasa aman, 'Habib' kembali menghubungi korban dan bercerita bahwa Pondok Pesantren Jaalhaq kehabisan uang makan. Habib kembali meminta uang sebesar Rp 13 juta. Korbanpun mentransfer uang Rp 13 juta ke rekening 'Habib'.

Namun kemudian, betapa terkejut korban saat berkunjung ke Pondok Pesantren Jaalhaq tidak mendapati adanya CCTV sebagaimana diminta oleh 'Habib'.

"Kemudian saya bertanya kepada teman saya, ternyata pria yang mengaku Habib itu adalah palsu. Selain itu, menurut keterangan teman saya, sudah banyak korban akibat ulah Habib palsu tersebut," kata Yasa Amin, sang korban.

Menurut cerita korban, Habib palsu tersebut telah melakukan berbagai penipuan di Bengkulu tengah, Bengkulu Utara, Mukomuko dan Kota Bengkulu. "Habib ini sudah banyak melakukan penipuan dengan modus yang sama," ujar korban lagi.

Karena merasa dirugikan, korban kemudian melapor ke Polda Bengkulu pada 7 Desember 2018. [Bram]

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait