Transformasi Digital Pilar Utama Konsep Kota Cerdas IKN

Dialog Infrastruktur Digital Menuju 100 Persen Smart City

Jakarta, Bengkulutoday.com - Juru Bicara Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Troy Pantouw menyebut, transformasi digital menjadi pilar utama dalam implementasi konsep kota cerdas atau smart city di IKN. Konsep smart city di IKN tidak hanya mendukung adaptasi teknologi digital dalam kehidupan urban, tetapi juga keselarasan dengan alam.

"Transformasi digital dan pendidikan menjadi pilar utama visi kami di IKN. Kami memandang transformasi digital sebagai langkah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup warga," ujar Troy dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk ‘Infrastruktur Digital Menuju 100 Smart City’, Jumat (3/11).

Troy menjelaskan bahwa IKN akan mengimplementasikan konsep Smart and Sustainable Forest City, sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong terciptanya smart city. IKN akan menyuguhkan harmoni antara pemanfaatan teknologi dan kehidupan perkotaan yang berdampingan dengan alam.

Dia menjelaskan, implementasi transformasi digital dalam membangun smart city di IKN dilakukan dengan pembangunan infrastruktur seperti jaringan internet yang mumpuni dan teknologi canggih lain untuk menunjang aktivitas masyarakat, termasuk provider telekomunikasi.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur di Otorita IKN juga akan menggunakan sejumlah teknologi, seperti Internet of Things (IoT) dalam pelayanan publik.

Selain untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, pemanfaatan teknologi canggih itu juga ditujukan untuk menekan emisi karbon dari aktivitas perkotaan. Dengan begitu, smart city IKN akan selaras dengan konsep kota yang berwawasan lingkungan.

Ditambahkannya, sejumlah prinsip praktik terbaik (best practice) yang harus tercapai dalam mewujudkan smart city. Misalnya, Otorita IKN mendesain infrastruktur dan perkembangan kota yang memperhatikan kondisi dan ekosistem alam setempat.

Lalu, smart city juga harus menjadi kota yang menghargai keanekaragaman budaya, latar belakang, suku, agama, dan lainnya.

"Tujuannya smart city itu tidak menjadi kota yang eksklusif, tetapi menjadi kota yang kolaboratif. Masyarakat akan merasa senang, nyaman, dan mencintai kota itu. Kami menyebutnya sebagai liveable dan loveable city," ujar Troy.

Troy juga menjelaskan bahwa smart city harus memiliki interkonektivitas yang kuat, baik dari sisi infrastruktur antarkotanya, maupun infrastruktur digital yang dapat menghubungkan IKN dengan belahan dunia lainnya.

"Groundbreaking yang telah dilakukan Bapak Presiden Joko Widodo kemarin membuktikan bahwa di IKN akan dilengkapi sejumlah fasilitas umum. Bukan hanya itu, ada tempat-tempat di mana warga bisa merasa nyaman untuk bekerja sambil pleasure. Kami bilangnya “workcation”, work sambil vacation," ujar Troy.

Aspek paling penting, menurut Troy, smart city tidak akan tercapai dengan ideal tanpa adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, transformasi pendidikan juga menjadi unsur penting pengembangan SDM dalam pembangunan IKN.

Meski begitu, Troy mengungkapkan, bahwa pembangunan IKN tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Perlu adanya semangat gotong royong dari masyarakat dalam mendukung visi mulia dalam membangun ibu kota yang cerdas dan berdampingan dengan alam.

"Yang sedang kita bangun adalah kota Nusantara untuk Indonesia. Harus menjadi rujukan global, dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia," ujar Troy.

Sementara itu, Executive Director Comsnets Representative ID, Ade Melita menjelaskan bahwa terdapat konsep pengembangan transformasi digital yang dapat diadopsi dari India, yakni dengan mengembangkan pusat teknologi seperti di Bangalore, yang digadang-gadang sebagai silicon valley versi India.

Menurutnya, Indonesia dapat mengadopsi cara India mengembangkan SDM dengan kuat, sehingga tercipta pusat-pusat teknologi baru yang dapat mendukung tercapainya transformasi digital.

"Di Indonesia sepertinya belum ada yang terpusat, masih sporadis. Dengan kita pelan-pelan bekerja sama dengan pemerintah, dengan pemerintah daerah, kita harusnya bisa mulai membuat banyak silicon valley, karena negara kita luas," ujar Ade.

Adapun, isu mengenai transformasi digital juga akan menjadi pembahasan dalam diskusi bertajuk “How To Build Sustainable Infrastructures Through Automation and Digitalization”, yang akan berlangsung pada 8—10 November 2023 di Uluwatu, Bali.

Diskusi tersebut merupakan hasil kerja sama COMSNETS di Indonesia dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), serta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Acara tersebut akan menjadi forum teknologi dan bisnis yang mempertemukan para pakar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), peneliti, akademisi, pemerintah, regulator, pelaku industri, juga investor.

​​