Skip to main content
Unik
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai memimpin upacara bendera peringatan HUT RI ke 73 di Benteng Marborough, benteng peninggalan Inggris

Tahukah Anda, Tanggal 17 Agustus 1945 atas Istikhoroh 4 Ulama Tasawuf

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Penetapan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai momentum proklamasi kemerdekaan RI ternyata tidak sembarangan ditentukan waktunya, melainkan atas petunjuk 4 ulama tasawuf. Dari cerita yang dikutip dari baldatuna.com, sebelum penentuan tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno mencari 

Diceritakan oleh Kiai Moch Muchtar dari Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah di Losari, Ploso Jombang Jawa Timur, sekitar 5 bulan sebelum proklamasi kemerdekaan RI, Ir Soekarno mencari ulama tasawuf tingkat mukasyafah atau inkisyaf. 

Dalam pencariannya itu, Soekarno bertemu dengan empat ulama tasawuf yakni Syeh Musa Sukanegara dari Ciamis, KH Abdul Mu'thi dari Madiun, Sang Alif atau Raden Sosrokartono dari Bandung dan KH Hasyim Asyari dari Jombang.

Dari hasil bertemu dengan empat ulama tasawuf itu, disimpulkan bahwa tidak lama lagi akan ada berkat rahmat Allah besar turun di Indonesia. Turunnya berkat itu pada tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah tepatnya Hari Jumat Legi. Bila meleset, maka Indonesia akan merdeka setelah 300 tahun kemudian. Dan ternyata, tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah itu tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, yakni dimana pada hari itu Indonesia memproklamasikan diri sebagai bangsa. 

Soekarni sendiri adalah sosok yang mempercayai mistik. Dia meyakini bahwa angka 17 adalah angka suci, hari Jumat Legi adalah hari bahagia dan Jumat suci. Alquran sendiri sebagai kitab suci umat Islam diturunkan pada tanggal 17, selain itu umat Islam juga Shalat wajib sehari sebanyak 17 rakaat.

Dan akhirnya, secara teknis Soekarno didesak oleh kelompok pemuda untuk memerdekakan Indonesia. Sebelumnya juga sebanyak 9 tokoh bangsa pada 22 Juni 1945 tepatnya Hari Jumat Kliwon tanggal 12 Rajab 1364 Hijriah menyusun pembukaan UUD 1945. Dan kemudian pesan keempat ulama tasawuf itu dimasukkan dalam alenia ketiga pembukaan UUD 1945 dengan bunyi "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya". [Br]

Facebook comments

Berita Terkait