Skip to main content
kuliner
Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi saat menikmati Kopi Tutuk Lesung

Kopi Tutuk Lesung Curi Perhatian Plt Bupati Bengkulu Selatan

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - Kopi Tutuk Lesung, Kopi tradisional yang diolah secara manual oleh penghasil Kopi setempat di Desa Sukanegeri Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan. Kopi Tutuk Lesung diproduksi oleh UKM Anak Negeri yang dikomandoi Vika Herlina, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

kopi

Pada even Pesona Daerah Bengkulu Selatan (Pendabs) yang digelar di Pantai Pasar Bawah Kota Manna, Minggu (11/11/2018), Kopi Tutuk Lesung berhasil mencuri perhatian Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi. Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menyempatkan diri menikmati kekhasan cita rasa Kopi Tutuk Lesung yang merupakan produk lokal. Selain Gusnan Mulyadi, Kapolres Bengkulu Selatan dan jajaran Forkopimda lainya juga turut menyeruput Kopi Tutuk Lesung di stand yang disedikan UKM Anak Negeri.

Pada kesempatan itu, Gusnan juga memuji kreatifitas para anak muda yang sudah mempruduksi brand Kopi Tutuk Lesung. 

"Anak muda kreatif pasti didukung pemerintah daerah, Kopi Tutuk Lesung bisa kita jadikan icon daerah," kata Gusnan Mulyadi.

Sementara Ketua UKM Anak Negeri, Vika Herlina kepada media mengungkapkan, produksi Kopi Tutuk Lesung dikelola secara tradisional yakni dengan cara ditumbuk menggunakan Lesung. Selain itu, Biji Kopi Tutuk Lesung juga diambil dari Biji Kopi pilihan, sehingga membentuk cita rasa Kopi yang khas tradisional.

Vika menambahkan, UKM Anak Negeri telah memproduksi Kopi Tutuk Lesung selama setahun ini. Dengan demikian, tentu aja UKM Anak Negeri membutuhkan tenaga kerja. Sebanyak 15 ibu-ibu dipekerjakan untuk memproduksi Kopi Tutuk Lesung.

Munculnya inspirasi Kopi Tutuk Lesung menurut Vika karena sudah jarang ditemukan pengolahan Kopi secara tradisional. Sementara tradisi Kopi tradisional sudah merupakan tradisi turun temurun.

Dari sisi kearifilan lokal, Vika menyampaikan lahirnya produk Kopi Tutuk Lesung tak semata berorientasi bisnis, namun juga dalam rangka menangkat tradisi dan budaya lokal. "Perkakas Lesung saat ini sudah hampir punah, kami mempertahankannya dengan menggunakan untuk memproduksi Kopi Tutuk Lesung," ungkapnya.

Keluhannya menurut Vika adalah fasilitas penunjang produksi Kopi Tutuk Lesung. Soal stok Kopi, dia tidak khawatir akan kehabisan. 

"Stok bahan baku masih melimpah," sampainya.

Vika berharap Kopi Tutuk Lesung akan menjadi icon Kopi Bengkulu Selatan. Untuk itu dia membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. [Br]

Facebook comments

Berita Terkait