Kemudahan Layanan Keimigrasian Calon Haji hadir di Solo dan Surabaya

Imigrasi

Jakarta - Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Silmy Karim mengatakan kemudahan layanan keimigrasian melalui Makkah Route Initiatives (MRI) bagi jamaah calon haji Indonesia segera hadir di Solo dan Surabaya.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, Silmy menjelaskan MRI memungkinkan jamaah calon haji untuk memenuhi semua persyaratan visa di bandara keberangkatan sehingga menghemat waktu berjam-jam menunggu saat tiba di Arab Saudi.

Selain itu, pemeriksaan keimigrasian oleh Imigrasi Arab Saudi dilakukan sebelum keberangkatan sehingga jamaah tidak perlu melewati tahapan imigrasi di Bandara tujuan.

"Saya sangat mengapresiasi, berterima kasih, dan mendukung sepenuhnya kemudahan keimigrasian bagi jamaah calon haji,” kata Silmy dalam pertemuan dengan Dirjen Imigrasi Arab Saudi Sulaiman bin Abdul Aziz di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi Kerajaan Arab Saudi, Riyadh, Senin (26/2).

Pada tahun sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan layanan pemeriksaan prakedatangan di Bandara Soekarno-Hatta melalui MRI. Skema tersebut diperuntukkan jamaah haji dari sejumlah negara, salah satunya Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Silmy pun menawarkan agar layanan MRI dapat diperluas tidak hanya di Bandara Solo dan Surabaya, melainkan juga berbagai bandara lain di Indonesia.

Dia turut membuka pembicaraan mengenai kemungkinan skema itu diterapkan secara resiprokal, tempat petugas imigrasi Indonesia melakukan pemeriksaan keimigrasian prakepulangan pada bandara di Arab Saudi sebelum para jamaah haji kembali ke Indonesia.

"Secara resmi nanti kami akan bersurat. Hal ini menjadi perhatian kami, bagaimana caranya agar para tamu Allah ini bisa kami permudah prosesnya saat berangkat dan pulang," jelas Silmy.

Dirjen Imigrasi Arab Saudi Sulaiman bin Abdul Aziz menyambut baik usulan tersebut dan mengutarakan harapannya untuk bisa menyelesaikan permasalahan warga negara Indonesia lainnya, seperti visa, izin tinggal, dan daftar hitam (blacklist).

"Tetapi, kami juga berkomitmen untuk mempermudah proses pelayanan bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia,” kata Sulaiman.

Silmy berharap pertemuan dengan Dirjen Imigrasi Arab Saudi akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya perlindungan terhadap WNI, khususnya di Arab Saudi.

"Dirjen Imigrasi Arab Saudi sangat terbuka dan memiliki itikad baik untuk membantu menyelesaikan permasalahan WNI di Arab Saudi dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi warga Indonesia yang bermasalah di sana," ujar Silmy menambahkan.