Skip to main content
Kota Bengkulu
Hearing Kedua Pasca Kebakaran PTM Bengkulu di Kantor DPRD Kota Bengkulu

Hearing Kedua Pasca Kebakaran PTM Bengkulu di Kantor DPRD Kota Bengkulu

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Rapat dengar pendapat ( Hering) terkait laporan  hasil pengujian kelayakan  struktur  PTM Bengkulu  pasca kebakaran dikantor DRPD  Kota Bengkulu, Senin (18/02/2019).

Hearing tersebut  dipimpin  langsung  Wakil ketua II DPRD Kota Bengkulu  Teuku Zulkarnain di dampingi Ketua Komisi III  Sudisman, Suimi Fales, Roni L Tobing dan Komisi I Sandi Birnando  dan Hamsi Sekertaris Komisi I. Selain itu Yulian Disprindag Kota,  pihak pengelola  PTM Zulkifli Ishak, UPTD PUPR Provinsi  Hendro Sulistyo dan Asosiasi  pedagang Safri. 

Keterangan  tim ahli Teknik dari Universitas Bengkulu Muklis mengatakan Area gedung yang terkena dampak kebakaran tidak layak oprasi  sebelum  diberlakukan  khusus sedangkan  area yang tidak terkena  dampak kami mentakan bahwa  masih baik bardasarkan hasil  hamer. 

"Peraturan  beton mulai dari PBI 71, SNI 71, SNI 2002  dan SNI 2013, kalau saya disuru apaka gedung itu aman dan saya akan melihat  peraturan  yang baru. Peraturan  yang baru itu lebih sentrik dari pada peraturan  yang lama," jelas Mukhlis tim ahli Dari UNIB  Bengkulu.

Ada kemungkinan  gedung itu cukup aman peraturan  lama sedangkan peraturan  yang baru tidak aman kerena  melakukan  analisisnya memerlukan  waktu beberapa  bulan  melakukan  hal itu 

"Jadi yang perlu  saya nyatakan tegas bahwa bagian kebakaran  sedangkan  yang tidak kebakaran  kami tidak ada dokumennya" Mukhlis tim ahli Dari UNIB  Bengkulu.

Ditangkapi oleh Wakil ketua II DPRD Kota Bengkulu  Teuku Zulkarnain,  yang kebakaran  dan tidak kebakaran  itu dalam satu gedung. Bagian yang tidak terbakar ini berpengaruh  apa tidak.

Dengam  adanya dekranasi  akan menyebabkan ketidak seimbangan  apabilah  terjadi  sesuatu dan akan roboh kebawa, yang tidak terbakar  ikut juga ditimpa.

"Bentuk keperihatinan saya, komisi III  langsung  diperintahkan  sidak ke lokasi PTM untuk melihat  langsung keadaan pasca Kebakaran  kemaren, tidak ada kepentingan  yang lain dan saya ini mantan  orang pasar. Kami serius menangani  persoalan  ini karena  menyangkut  hajat orang banyak" Kata Teuku Zulkarnain 

Selain  itu, Rony L Tobing  mempertanyakan bahwa apakan benar ada pedagang  yang disuru jualan didalam dan disuru  membuat  surat pernyataan, kalau terjadi  apa-apa  pedagang  sendiri  yang menanggung  risikonya. 

"Kegelisahan  didalam diri saya dan saya bertanya  kepada pengurus Asosiasi. Beberapa  hari ini banyak bertanya  apaka relokasi untuk  masuk ke dalam, apaka betul pedagang  itu diminta membuat surat pernyataan  kalau terjadi apa-apa  Itu kembali  kepada pedagang," tanya Roni L Tobing.

Kemudian  dari pihak Pengelola PTM Zulkifli Ishak, meyampaikan  Tim balai PU datang kelokasi  melakukan survey  secara visual, dampak kebakaran  seperti  apa untuk  melihat  tingkatan  kerusakan  yang ada Itu dilakukan  20 Desember  2018 lalu.

"Itu setelah  kami mengajukan  kepada  Balai PU Provinsi   melakukan   survei ada kerusakan  beton di lantai dua diatas lantai satu, setelah  survei  ada kerusakan  beton di lantai dua dan lantai satu tidak mengalami  kerusakan  pasca kebakaran. Di lantai dasar tidak ada kerusakan dengan ditandai tidak ada rusak instalasi   listrik pada lantai dasar" Kata Zulkifli Ishak.

Kendati itu dari Asosiasi pedagang  Safri, " Kami mengusulkan  kapada  pihak pengelola  agar pedagang yang berada di PTM pasca Kebakaran itu direlokasi  ke parkiran, ternyata  tidak direlokasi  kesana dan ada surat edaran  sebagian pedagang  itu direlokasi  ke dalam pasar lantai dasar PTM," tutupnya. [Adv/Jk]

Facebook comments

Berita Terkait