Skip to main content
Kota Bengkulu
Fogging

Gawat, Dalam Tempo 9 Bulan 118 Warga Mukomuko Terkena DBD

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Mukomuko, Bengkulutoday.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko cukup tinggi, pasalnya tempo 9 bulan terhitung dari Januari hingga sekarang sudah ada 118 Kasus yang ditangani oleh pihak Dinas Kesehatan di beberapa puskesmas, kasus terbanyak berada di Puskesmas Pondok Suguh yang mencapai 52 Kasus

Saat di Konfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Junharto yang disampaikan Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2p), Nenwidiyarti membenarkan bahwa Kasus DBD di Kabupaten Mukomuko kurun waktu 9 bulan sudah 118 kasus.

"Ya terhitung dari Januari sampai saat ini minggu ke 3 bulan september laporan kasus DBD yang masuk ke Dinkes dari beberapa puskesmas sebanyak 118 kasus," katanya.

Menurutnya, kasus DBD yang terjadi saat ini cukup  tinggi dari tahun lalu

"Di Puskesmas Teras Terunjam, Bantal dan lainnya, dari jumlah kasus tersebut 1 orang meninggal dunia yakni berada di wilayah Pondok Suguh, Dinkes sudah melakukan tindakan dengan melakukan fogging untuk membunuh jentik-jentik nyamuk di tempat tempat yang terjadi kasus DBD," jelasnya.

Ditambahkannya, dengan kasus DBD yang meningkat   Bupati Mukomuko menghimbau dan membuat surat edaran ke seluruh kepala perangkat daerah, pimpinan perusahaan swasta, camat, lurah, kades, ketua RT di lingkungan Pemkab Mukomuko terkait kewaspadaan Dini peningkatan kasus DBD.

"Surat edaran no 440/117/D.6/VII/2018 dari bupati sudah kita sampaikan keseluruhan pimpinan perusahaan,camat,lurah, kades dan ketua RT agar mereka mengambil tindakan pencegahan penularan dan peneyebaran penyakit DBD yakni dengan cara

Gerakan kebersihan lingkungan pemberantasan sarang nyamuk, melalui peran serta masyarakat dengan menguras,menutup dan memanfaatkan barang bekas untuk mencegah gigitan nyamuk (3M), kemudian mengaktifkan kembali jumat bersih di semua sekolah, tempat tempat umum dan perkantoran serta kelurahan desa dan RT,  mengaktifkan kembali juru pemantau jentik di tingkat desa dan RT.

Dengan kegiatan gerakan 1 rumah 1 jumantik, kemudian meneruskan informasi tentang bahaya DBD dan cara pencegahan nya ke seluruh masyarakat melalui media khutbah, ceramah di masjid ditempat ibadah dengan melibatkan para ulama, melaksanakan koordinasi disetiap tingkat administrasi dalam pelaksanaan penanggulangan penyakit yang berpotensi kejadian luar biasa ( KLB) pada bidang P2P Dinkes Mukomuko," pungkasnya. [Mc]

Tags

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait