Dampak Pembangunan PLTU Batu Bara Teluk Sepang

PLTU Batu Bara Teluk Sepang

PLTU batu bara adalah pembangkit yang membakar batu bara untuk merebus air guna menghasilkan uap yang memutar turbin sehingga terciptalah daya listrik. Sejumlah riset dengan lugas mengungkap dampak buruk pembakaran batu bara terutama bagi pencemaran udara, air dan tanah.

Pembangunan PLTU Teluk Sepang dinilai akan berakibat buruk bagi kehidupan warga daerah sekitar pasalnya apabila pembangunan PLTU tidak dihentikan maka dampak yang akan dirasakan oleh warga salah satunya kesehatan yang tertanggu dikarenakan menghirup udara yang tidak segar.Keresahan warga atas dampak lingkungan inilah, terutama polusi menjadi dasar warga menolak proyek energi berbahan bakar batu bara itu. Meski konstruksi proyek sedang berlangsung, warga tetap menyatakan penolakan yang ditegaskan dengan pendirian posko perjuangan penolakan PLTU batu bara.

Disamping itu aktivitas perekonomian warga juga tersedat, para nelayan tidak bisa beroperasi di karenakan pencemaran air di lautan sekitar sehingga berpengaruh terhadap habibat ikan dan juga saat ini saluran pembuangan limbah air bahang PLTU Batu bara Teluk Sepang semakin berdampak besar yang menimbulkan berbau menusuk dan mual. Hal ini menjadi argument kuat bahwa pembangunan PLTU Teluk Sepang tersebut sebaiknya diberhentmualikan sebelum dampaknya menjadi lebih besar dan masyarakat akan merasakan dampak itu semakin parah.

Berdasarkan kronologi, adanya dampak risiko operasional yang diterima oleh PLTU karena diluar kendali perusahaan memyebabkan dampak cukup besar, sehingga warga mengalami kerugian yang tidak bisa diperkirakan.

Peran negara dalam memenuhi kebutuhan listrik rakyat memang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Namun, sayangnya amanat itu dijalankan dengan pilihan keliru yaitu bergantung pada energi kotor yang terbukti memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan manusia.

Pemerintah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 dan naik menjadi 42 persen dengan dukungan dunia internasional. Komitmen ini sepertinya akan sia-sia bila proyek PLTU batu bara sebagai penyumbang emisi terbesar secara global masih terus dikembangkan oleh pemerintah.

Ibnu,Indah,Adepio, Universitas Bengkulu

www.domainesia.com