Skip to main content
Hari Raya Idul Adha
HUT RI ke 73 Mukomuko
IKLAN KPU
TODAY
Hukum
Rosna, istri mantan Bupati Mukomoko Ichwan Yunus

Buron, Istri Mantan Bupati Mukomuko Juga 'Terciduk' Tim Jaksa

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Rosna, Istri mantan Bupati Mukomuko akhirnya juga tertangkap oleh Tim Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu di kediamannya Jalan Minangkabau Kelurahan Setiabudi Jakarta Selatan sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (17/7/2018). Rosna ditangkap beberapa jam kemudian setelah penangkapan terhadap suaminya Ichwan Yunus, mantan Bupati Mukomuko dua periode di lokasi terpisah. Ichwan Yunus ditangkap di sebuah Mall di Jakarta Timur dihari yang sama sekitar pukul 11.45 WIB.

Rosna dan Ichwan Yunus merupakan buronan Kejaksaan Negeri Mukomuko atas kasus korupsi yang menimpa keduanya. Dikatakan Jam Intel Kejagung Jan S Maringka, keduanya tertangkap dalam operasi tangkap buron yang saat ini sedang digalakkan Kejaksaan Agung. "Ichwan Yunus buronan yang tertangkap ke 131, sedang Rosna buronan yang tertangkap ke 132 dalam operasi Tabur," kata Jan.

Ichwan Yunus menjadi buronan dalam kasus dana bantuan khusus di Sekretariat Daerah Pemkab Mukomuko tahun 2012. Dalam kasus itu, Ichwan Yunus ditetapkan sebagai tersangka. Adapun nilai anggaran adalah Rp 1.8 miliar sedangkan yang diduga disalah gunakan adalah Rp 400 juta.

Sejak 31 Mei 2016, Ichwan Yunus ditetapkan sebagai tersangka. Namun kemudian  Ichwan Yunus mangkir dari pemanggilan sebagai tersangka dan malah kabur ke Jakarta hingga akhirnya ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Mukomuko.

Sedangkan kasus yang menjerat Rosna adalah kasus dugaan korupsi dana kegiatan koordinasi penanggulangan kemiskinan tahun anggaran 2011,2012 dan 2013. Rosna didakwa merugikan negara dalam kegiatan Tortilla di Bappeda Mukomuko. Awalnya, Rosna sempat mengajukan praperadilan dalam kasus dugaan korupsi di Bappeda tersebut, namun praperadilan ditolak. Dalam kasus itu, Rosna juga sempat ditahan di Lapas Bengkulu di Kelurahan Bentiring.

Perkara lain yang menjerat Rosna adalah dana anggaran fasilitas kegiatan PKK Kabupaten Mukomuko tahun 2013 dan 2014 dengan dengan total anggaran tahun 2013 sebesar Rp 1,2 miliar dan anggaran tahun 2014 sebesar Rp 1,3 miliar. Dalam kasus dana PKK itu, Jaksa juga menetapkan 7 tersangka lainnya.

Dalam perkaranya, Rosna divonis berdasarkan putusan Mahkamah Agung dengan dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Mahkamah menilai Rosna melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkali-kali. 

Sejak Desember 2017, Rosna ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) karena saat akan di eksekusi Rosna tidak berada ditempat. Rosna sendiri saat kabur masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019 dari Partai PAN. 

Dalam kasus Rosna, awalnya Pengadilan Negeri memvonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, ditambah uang pengganti Rp 270 juta subsider 5 bulan kurungan. Namun Rosna banding dan divonis lebih rendah di Pengadilan Tinggi Bengkulu dengan vonis penjara 1 tahun 2 bulan penjara. Jaksa kemudian melakukan kasasi ke Mahkamah Agung dan berakhir dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung dengan vonis lebih berat yakni 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Putusan Mahkamah Agung tertanggal 5 Juli 2017. [Br]

Facebook comments

Berita Terkait