Skip to main content
opini
Dr Hermen Malik

Bengkulu Menggapai Bintang Peradaban

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Pembangunan suatu daerah atau bangsa akan berhasil hanya jika masyarakatnya menjadi subjek pembangunan, bukan objek pembangunan. Subjek artinya masyarakat secara aktif menentukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Menjadi objek pembangunan artinya menerima pembangunan yang datang dari luar/pihak lain, tanpa peranan aktif masyarakat. Pembangunan sebagai objek hanya cocok dilaksanakan untuk membuat suatu barang, bukan pembangunan untuk manusia. Pembangunan menjadi rusak karena model yang cocok untuk benda, sering kita implementasikan untuk manusia.

Bengkulu harus dapat menggapai bintang peradaban dengan cara menjadikan manusia sebagai subjek pembangunan. Masyarakat dapat berkontribusi pada peradaban apabila mampu mengembangkan kecerdasan ide, kecerdasan karakter/etika dan kecerdasan aksi/psikomotorik. Kecerdasan ide dilakukan dengan cara mengembangkan logika; kecerdasan karakter dilakukan dengan cara meningkatkan sensitifitas moral; dan kecerdasan aksi dengan cara melatih keterampilan untuk merancang teknologi.

Daerah yang berperadaban tinggi hanya dapat digapai apabila manusia pada daerah tersebut mampu menjawab tantangan dan respon dari lingkungannya. Tantangan terlalu berat akan mengakibatkan manusia lari dari masalah yang dihadapinya. Tantangan yang terlalu lemah tidak dapat membangkitkan energi yang cukup untung memperkuat daya juangnya. Tantangan yang dihadapi dalam interaksi memerlukan pemikiran, moralitas dan aksi yang kuat. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan men-design pendidikan yang tepat. Yaitu dengan cara mengembangkan pendidikan berkualitas, beretika, memiliki azas pemerataan dan relevansi dengan wilayah dan budaya setempat. Peningkatan kualitas SDM dilaksanakan dengan mengembangkan akal sehat dengan karakter kuat; pemerataan pendidikan dilakukan dengan membangun sistem pendidikan sampai ke daerah terpencil, terisolir dan tertinggal; relevansi dilaksanakan dengan pendidikan yang sesuai dengan alam dan budaya setempat.

Daerah dalam suatu negara tidak mungkin berkembang sendiri-sendiri. Harmonisasi kebutuhan lokal, nasional dan global sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan secara utuh, adil dan sejahtera. Daerah dibangun sesuai dengan potensi masing-masing. Daerah yang berpotensi pertanian dikembangkan pembangunan pertanian; daerah pesisir dikembangkan kelautan dan perikanan; daerah yang potensi pariwisata dikembangkan destinasi wisata dan seterusnya. Pembangunan seperti ini sering disebut keunggulan komparatif. Selain memanfaatkan potensi daerah, nilai tambah dapat dicapai dengan menggunakan teknologi dan pemasaran produk. Teknologi dikembangkan dengan cara memperhatikan lokasi dan budaya lokal. Pemasaran produk secara utuh dengan menggunakan sistem pemasaran dari 1.0-4.0. Berturut-turut dengan cara meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas; memanfaatkan hasrat/perasaan; memperhatikan unsur kemanusiaan dan lingkungan; dan terakhir menggunakan teknologi digital.

Dari tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa pembangunan daerah dan manusia dapat diwujudkan jika kita mampu : (1) membedakan pembangunan sebagai objek dan pembangunan sebagai subjek; (2) mendidik generasi muda agar dapat menjawab tantangan sesuai dengan ruang dan waktu; (3) harmonisasi antar kepentingan global, nasional dan daerah; (4) memanfaatkan sumber daya disekitarnya, mengembangkan teknologi dan bertindak efisien. (**)

Oleh Hermen Malik, penulis adalah mantan Bupati Kaur

Tags

Facebook comments

Berita Terkait