Skip to main content
KPU Kota Bengkulu
Ketua KPU Kota Bengkulu Zaini

Hitung Cepat KPU di Kota Bengkulu, Secara Nasional Menduduki Urutan Ke-6

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Kota Bengkulu,  Bengkulutoday.com - Quik count atau penghitungan cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU)  pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 di Kota Bengkulu, secara nasional menduduki urutan ke-6. Penghitungan cepat perolehan suara Pilwakot yang diselenggarakan Rabu (27/6/2018) nyaris menduduki 5 besar tercepat, hanya saja dikalahkan dengan daerah Kalimantan Selatan.


Ini disampaikan Ketua KPU Kota Bengkulu Zaini, ia mengapresiasi quik count perolehan suara pada Pilwakot 2018 di Kota Bengkulu tersebut.

" Kecepatan penghitungan cepat di Kota Bengkulu mendudukui urutan ke-6 secara nasional, seharusnya kita bisa 5 besar namun dikalahkan oleh Kalimantan Selatan. Kita mengapresiasi quik count ini, secara nasional kecepatan mengakses ke publik," sampai Zaini.

Dijelaskan Zaini, wajar jika Kota Bengkulu hanya mampu menduduki urutan ke-6 penghitungan cepat dalam Pilkada Serentak tahun 2018 yang diselenggarakan beberapa daerah di wilayah Indonesia tahun ini.

Yakni, diketahui penghitungan cepat KPU Kota Bengkulu pada Rabu (27/6/2018) malam atas Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2018-2023 dengan perolehan suara Paslon  Nomor urut 1 David Suardi - Bahksir dengan prolehan suara 29.481 atau 22.30 persen, Paslon nomor urut 2 Erna Sari Dewi - Ahmad Zarkasi dengan prolehan suara 22.699  atau 17.05 persen, Paslon nomor urut 3 Helmi - Dedy Wahyudi mendominasi poling tertinggi 44, 254 suara atau 33, 24 persen, dan disusul Paslon nomor urut 4 pasangan Ir.Patriana Sosialinda - Mirza 36, 506 suara atau  27,42 persen. Dengan jumlah DPT di Kota Bengkulu mencapai 230 ribu mata pilih, yang akan segera dilakukan rekapitulasi disetiap kecamatan.

" Dengan jumlah DPT Kota Bengkulu 230 ribu itu sudah luar biasa bisa mendudukui urutan ke-6 penghitungan cepat secara nasional, jika dibandingkan dengan wilayah Gorontalo yang hanya memiliki 80 ribu mata pilih kita kira sangat wajar lebih cepat penghitungannya. Yang jelas, saat ini kita diawasi sangat ketat,"ujar Zaini. [JS]

Facebook comments

Berita Terkait