Skip to main content
forum
Sosialisasi yang digelar oleh GMKI Cabang Bengkulu

GMKI Bengkulu Peringati Hari Perempuan Internasional dengan Bersosialisasi di Sekolah

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkulu menggelar peringatan Hari Perempuan Internasional tahun 2019. Peringatan Hari Perempuan Internasional itu dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada pelajar SMP 5 Senali pada Sabtu 9 Maret 2019.

gmki

Kegiatan sosialisasi itu diikuti olah para pelajar dan juga masyarakat dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Bengkulu.

"Kegiatan sosialisasi sangat penting untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual, kita awali dari Desa Senali dan akan dilanjutkan kedesa lainnya," kata Josua Simangunsong, Ketua GMKI Cabang Bengkulu 2018-2020.

Dijelaskan Josua, GMKI menyeru kepada masyarakat untuk turut andil dalam menyikapi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak melalui hal-hal kecil, dimulai dari keluarga dengan melakukan pendidikan seks dan pendekatan kepada anak.

Sosialisasi itu juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mengenal pendidikan seks, yakni tentang bagaimana dampak negatif seks terhadap para remaja dibawah umur, juga bagaimana cara orang tua mengatahi dan menyampaian pendidikan seks kepada anak. 

"Pendidikan seks bukan hal yang tabu untuk diajarkan kepada anak-anak, justru hal itu merupakan kebutuhan dalam bentuk pencegahan terjadinya kekerasan seksual," imbuh Josua.

Sosialisasi itu sendiri mengusung tema "Pendidikan Seks, antara Tabu dan Kebutuhan untuk Pencegahan Kekerasan Seksual serta Penanganannya". 

Diuraikan Josua, berdasarkan data Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA), di Bengkulu tercatat sejak Januari hingga Oktober 2018, terjadi kekerasan sebanyak 113 kasus. Kasus terbanyak adalah pemerkosaan dengan persentase 25,66 persen, pencabulan 22 persen, penganiayaan 22 persen, KDRT 18,6 persen dan kasus lainnya yakni pelecehan seksual, perundungan, penelantaran, percobaan pemerkosaan, cyber harransement, hingga kekerasan terhadap perempuan yang menyebabkan kematian.

Hari Perempuan Internasional telah menjadi perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Tujuan dari hari besar ini untuk mengapresiasi dan menghormati perempuan atas perjuangan dan pencapaian dalam hidup. Hari Perempuan Internasional dirayakan pertama kali pada tahun 1909 di New York, Amerika Serikat sebagai protes terhadap kondisi kerja bagi perempuan yang mengerikan.

Hingga di  Tahun ke-110 peringatan Hari Perempuan Internasional ini, masih banyak hal-hal yang sudah diperjuangkan sejak lama namun masih belum dimerdekakan hingga saat ini, demikian Josua menambahkan.(Rls)

Tags

Facebook comments

Berita Terkait