Direktur RSUD Hasanudin Damrah: SK DPJP Dokter yang Diisukan Tolak Pasien, Tidak Pernah Dicabut!

Direktur RSUD Hasanudin Damrah dr. Debi Utomo

Bengkulu Selatan, Bengkulutoday.com - Masih viral di media sosial persoalan seorang oknum dokter spesialis penyakit dalam RSUD Hasanudin Damrah Manna yang sempat melakukan penolakan memberikan pelayanan obat kepada seorang pasien cuci darah hanya karena persoalan tidak ter SK kan dan insentifnya belum di bayarkan membuat direktur RSUD angkat bicara.

Menyikapi hal tersebut Direktur RSUD Hasanudin Damrah dr. Debi Utomo menjelaskan bahwa pihak manajemen RSUD tidak pernah melakukan pencabutan terhadap SK yang di pertanyakan oleh dokter tersebut bahkan pihaknya sangat menyayangkan persoalan ini di kaitan dengan pelayanan penanganan pasien.

"Saat itu, oknum dokter beralasan tidak mau melayani pasien cuci darah karena masa tugas atau SK sebagai Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang dikeluarkan manajemen oleh RSHD Manna sudah berlalu atau tidak ada SK perpanjangan kemudian alasan lainnya ada jasa mereka pada saat Covid-19 belum dibagikan,Sementara dokter di rumah sakit lainnya sudah menerima insentif tersebut," ungkap dr Debi Utomo.

Dijelaskan dr. Debi Utomo bahwa Sampai saat ini, SK tersebut belum dicabut atau belum sama sekali dibekukan, SK tersebut masih aktif dan boleh dibuktikan karena SK tersebut belum pernah dilakukan pencabutan.

"Tidak boleh hanya persoalan itu pelayanan terhadap pasien kita abaikan,kita ini sesuai dengan sumpah kita sebagai dokter dan tenaga medis yaitu pelayanan terhadap pasien harus tetap diutamakan apapun itu keadaanya," kata dr Debi Utomo.

Sambung dr Debi, untuk persoalan insentif sudah kami ajukan dari awal tahun sesuai dengan aturan Kemenkes dan informasinya sudah dianggarkan oleh pemerintah daerah sesuai aturan dari Kemenkes.

"Kalau persoalan insentif silakan saja tanyakan langsung ke dinas terkait yaitu Dinkes untuk anggaranya," tutup dr. Debi Utomo. (Fong)