Skip to main content
hukum
Tersangka Tulus Sumedi digelandang ke Rutan Malabero Kota Bengkulu, Kamis (8/3/2018)

Dari Fakta Persidangan Andi Roslinsyah, Konsultan Pengawas Dijadikan Tersangka

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Masih ingat kasus korupsi yang menyeret mantan Kadis PU Provinsi Andi Roslinsyah?. Dari fakta persidangan, kasus tersebut ternyata menambah jumlah tersangka, yakni Tulus Sumedi selaku konsultas pengawas dari PT Cipta Wahana Konsultan.

"Tersangka ini memiliki peran besar dalam korupsi yang merugikan negara Rp 3,2 miliar," kata Aspidsus Kejati Bengkulu Henri Nainggolan.

Munculnya tersangka baru bermula dari fakta persidangan dengan terdakwa Andi Roslinsyah. Andi Roslinsyah merupakan tersangka utama dari kasus dugaan korupsi proyek pemukiman kumuh tahun 2015. Dimana, dalam kasus itu negara dirugikan Rp 3,2 miliar dari nilai kontrak Rp 11,5 miliar. Selain Andi Roslinsyah, Arbani selaku Direktur Utama PT Vikri Abadi Jaya juga menjadi terdakwa dalam kasus itu.

"Tersangka ini memiliki peran besar dalam korupsi yang merugikan negara Rp 3,2 miliar," kata Aspidsus Kejati Bengkulu Henri Nainggolan, Kamis (8/3/2018).

Tulus sendiri diduga ikut menikmati dana sejumlah Rp 400 juta dari nilai proyek itu. "Kita pastikan dia (Tulus-red) terlibat dan memiliki peran besar," tambah Aspidsus.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Tulus kemudian ditahan di Rutan Malabero Kota Bengkulu. Tersangka dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 KUHP.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu memvonis Andi Roslinsyah 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Dalam amar putusannya yang dibacakan pada Senin (29/01/2018), majelis hakim yang diketuai Janner Manik, SH MH juga mewajibkan mantan Kadis PU Provinsi Bengkulu ini mengembalikan uang pengganti Rp 2,3 miliar dikurangi Rp 1,3 miliar yang sebelumnya sudah dititipkan Andi ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Jadi masih ada kekurangan Rp 1 miliar lagi. 

Jika kekurangan Rp 1 miliar itu tidak dikembalikan dalam tempo satu bulan sejak putusan, maka harta benda Andi akan disita dan dilelang untuk menutupi kekurangannya. Apa bila masih tidak juga dapat diganti, maka andi akan mendapat tambahan hukuman 2 tahun. 

Andi Roslinsyah merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pemukiman kumuh tahun anggaran 2016. Andi sebelumnya dituntut hukuman 7 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan oleh JPU. 

[Rori Oktriyansyah]

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait