Skip to main content

PKB Putuskan Dukung Linda-Mirza

123

Bengkulutoday.com - DPC PKB Kota Bengkulu akhirnya memutuskan mendukung bakal pasangan calon Patriana Solialinda dan Mirza di pilwakot Bengkulu 2018 ini. Keputusan dukungan itu ditandai dengan diserahkannya Surat Keputusan DPP PKB kepada Patriana Sosialinda di kantor DPC PKB Kota Bengkulu, Senin (22/1/2018).

Tinggal Empat Bapaslon di Pilwakot, Jahin-Khairunisa Gugur

123

Bengkulutoday.com - Dari lima bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu, satu diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Kota Bengkulu. Bapaslon itu adalah Jahin dan Khairunisa, yang sebelumnya mendaftar melalui jalur independen atau perseorangan. 
 
"Berkas perbaikan bapaslon Jahin-Khairunisa dinyatakan tidak memenuhi syarat," kata Darlinsyah, ketua KPU Kota Bengkulu, Minggu (21/1/2018).

Coklit KPU, Mengevaluasi Pemilih di Kota Bengkulu 

123

Bengkulutoday.com - Petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) melakukan pencocokan dan penelitian (coklit), Sabtu (20/1/2018).

Coklit ini dilaksanakan di rumah kediaman pribadi Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Dalam Coklit ini juga dilakukan oleh KPU Provinsi dan Kota Bengkulu, PPK dan PPS dalam rangka gerakan nasional coklit serentak. 

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan bahwa coklit ini sangat penting dalam menyusun data list pemilih sementara. 

Dikatakan Masih 'Numpang', Helmi Hasan Relakan Kantornya Untuk Rumah Sakit

123

Bengkulutoday.com - Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mulai menuai kritik semasa kepemimpinannya memimpin Kota Bengkulu. Salah satunya adalah soal status kantor Wali Kota Bengkulu yang saat ini masih 'numpang' disalah satu bekas salah satu kantor OPD Pemda Kota Bengkulu. 

Terkait hal itu, salah satu pendukung Helmi Hasan meminta masyarakat jangan terlalu apriori atau berburuk sangka. "Itu kantor numpang karena wali kota merelakan kantornya untuk rumah sakit kota," kata Adi, simpatisan Helmi Hasan.

Soal PKS Usung Perempuan, Ini Kata Imam Mahdi

123

Bengkulutoday.com - Pakar hukum tata negara yang juga dosen IAIN Bengkulu Dr Imam Mahdi mengatakan, kepemimpinan perempuan dalam politik tidak perlu dipersoalkan. Hal itu sepanjang perempuan tidak keluar dari kodratnya. "Secara syariah dan nasional tidak masalah, jadi pemimpin politik bisa saja, yang penting saat nanti pulang ke rumah kembali menjadi ibu rumah tangga, sudah banyak contohnya," kata Imam Mahdi, Sabtu (20/1/2018).

Subscribe to Politik