Skip to main content
Pemerintahan
Pencatatan dan Pemecahan Rekor Catur Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI)

Buka Pemecahan Rekor Catur MURI Kemendagri-BNPP, Sekjen Tekankan Ilmu Manajemen Strategi

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulutoday.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo mengatakan bahwa peringatan HUT RI Ke-73 diselenggarakan dalam rangka merawat, memelihara dan menumbuhkembangkan nasionalisme, persatuan dan kesatuan. 

Selain itu, peringatan HUT RI diharapkan memupuk kebersamaan seluruh jajaran Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk tetap solid dalam melaksanakan tugas serta dharma bhakti-nya kepada bangsa Indonesia. 

Hal itu ditekankan Sekjen Hadi saat membuka Pencatatan dan Pemecahan Rekor Catur Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kamis 09 Agustus 2018.

Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor IPDN Ermaya Suradinata, Plt Sekretaris BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Wakil Rektor Reydonnyzar Moenoek, Grand Master sekaligus Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto, Master Internasional Novendra Priasmoro, dan Grand Master Wanita Irena Sukandar dan Medina Warda Aulia. 

Pemecahan Rekor Catur MURI diikuti 1.500 praja IPDN dan 160 pejabat Eselon I, II, III dan IV dilingkungan Kemendagri dan BNPP. 

Disampaikan Sekjen Hadi, catur merupakan olahraga yang mempunyai makna strategis. Olahraga yang mendunia ini sebagaimana disampaikan Utut Adianto, bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi bangsa ini untuk melahirkan grand-grand master baru. 

"Kita hendaknya belajar, permainan catur tidak hanya sekedar melakukan langkah bidak. Namun ini merupakan ilmu dan seni yang sangat tinggi. Dis atu sisi kita ada unsur seni, disisi lain permainan ini mengandung upaya pemikiran yang strategis," jelasnya. 

Para peserta catur, lanjut Hadi, bisa mengambil pelajaran bahwa untuk memenangkan pertandingan catur ada ilmunya. Dalam istilahnya ada ilmu manajemen strategi agar menang catur. Sebab untuk menjatuhkan lawan, untuk menjadi pemenang, ada berbagai cara yang satu sama lain tidak sama. 

"Inilah yang dituntut praja IPDN, memupuk mental sportifitas, semangat dan menjadi pemikir. Meski ini hanya permainan catur, namun disitu kalau kita berikir taktis sistematis kita akan memmperoleh langkah terobosan, inovasi dan kreatifitas," tutur Hadi. 

"Kalau yang tidak punya inovasi dan kreatifitas, langkahnya mungkin sehari tidak selesai. Kita dituntut akan kecepatan, taktis dan mampu memberikan perlawanan yang baik. Syukur-syukur bisa memenangkan lomba. Ini tantangan ke depan," sambungnya. 

Terakhir, kepada praja IPDN, Sekjen Hadi menekankan pentingnya menjadi pejuang dan pemikir dan sebaliknya. Menjadi pemikir dan pejuang untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa. (Rls)

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait