Skip to main content
Daerah
MoU pencegahan radikalisme di Bengkulu Utara

Bengkulu Utara Rawan Radikalisme, Polres MoU Dengan Lintas Elemen

  • Star
  • Star
  • Star
  • Star
  • Star

Bengkulu Utara, Bengkulutoday.com - Provinsi Bengkulu menjadi daerah rawan paham radikalisme, terutama di Kabupaten Bengkulu Utara. Hal tersebut berdasarkan survei dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) beserta sejumlah lembaga lainnya. Dalam survei itu, Provinsi Bengkulu memiliki potensi radikalisme cukup tinggi, yakni 58,58 persen. Daerah lain yang rawan radikalisme yakni Gorontalo 58,48 persen, Sulawesi Selatan 58,42 persen, Lampung 58,38 persen dan Kalimantan Utara 58,30 persen. 

Dikatakan Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi, S.IK, pada tahun lalu Bengkulu Utara mendapatkan kejadian adanya seorang remaja warga Desa Argamulya dideportasi dari Malaysia. Pemuda itu dideportasi karena disinyalir akan pergi ke Afganistan untuk bergabung bersama dalam misi jihad dan kemanusiaan di negara Turki.

Berangkat dari kekhawatiran berkembangannya paham radikalisme, Polres Bengkulu Utara bekerjasama dengan MUI, Kemenag Bengkulu Utara dan Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PC NU, PD Muhammadiyah mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU). MoU itu terkait pencegahan dan antisipasi potensi radikalisme. Penandatanganan MoU dilaksanakan di aula Mapolres Bengkulu Utara, Jumat (2/2/2018).

"Kemungkinan terjadinya paham radikalisme karena kurangnya pemahaman, untuk itu bagi pihak-pihak yang melihat kejadian dan kelakuan yang tidak wajar agar diberi pencerahan dan pemahaman, atau dilaporkan kepada pihak berwajib," kata Kapolres.

(Amirul)

Facebook comments

polda

 

Berita Terkait